Redaksi : Jumat, 05 Juni 2026 11:23

KENDARI, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kota Parepare kembali mencuri perhatian di tingkat nasional. Praktik pengelolaan sampah berbasis partisipasi masyarakat yang diterapkan di kota tersebut mendapat apresiasi dalam Rapat Kerja (Raker) Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) Komisariat Wilayah (Komwil) VI Tahun 2026 yang berlangsung di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Wakil Wali Kota Parepare, H. Hermanto, tampil sebagai narasumber dalam sesi *Success Story*, mewakili Wali Kota Parepare, Tasming Hamid, untuk memaparkan berbagai inovasi dan pengalaman daerah dalam mengelola persoalan sampah secara berkelanjutan.

Forum yang berlangsung pada 2-4 Juni 2026 itu dihadiri para kepala daerah dari berbagai kota di kawasan Indonesia Timur. Salah satu fokus pembahasan utama adalah mencari solusi efektif terhadap persoalan sampah perkotaan yang hingga kini masih menjadi tantangan bersama.

Dalam paparannya, Hermanto menjelaskan bahwa keberhasilan pengelolaan sampah tidak hanya bergantung pada pemerintah, tetapi juga pada keterlibatan aktif masyarakat. Pendekatan tersebut dinilai mampu membangun kesadaran lingkungan sekaligus menciptakan perubahan perilaku yang berkelanjutan.

“Partisipasi masyarakat menjadi kunci dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat. Karena itu, kami terus mendorong keterlibatan warga dalam setiap program pengelolaan sampah,” ujarnya.

Hasil dari forum tersebut menunjukkan adanya kesamaan pandangan di antara pemerintah kota se-Indonesia Timur. Sebanyak 17 wali kota menyepakati gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sebagai solusi utama dalam menghadapi persoalan sampah di wilayah perkotaan.

Tak hanya itu, model pengelolaan sampah berbasis partisipasi warga yang dipresentasikan dalam forum APEKSI Komwil VI juga ditetapkan sebagai salah satu *success story* unggulan yang akan diusulkan untuk dipresentasikan pada Rapat Kerja Nasional (Rakernas) APEKSI mendatang di Medan.

Kesepakatan tersebut menjadi sinyal kuat bahwa pendekatan kolaboratif yang melibatkan masyarakat mulai dipandang sebagai strategi efektif dalam menciptakan kota yang lebih bersih dan berkelanjutan.

Bagi Pemerintah Kota Parepare, keikutsertaan dalam forum APEKSI bukan sekadar berbagi pengalaman, tetapi juga menjadi momentum memperkuat sinergi antardaerah dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan perkotaan yang semakin kompleks.

Hermanto berharap, melalui forum tersebut lahir berbagai rekomendasi dan program kolaboratif yang mampu mempercepat terwujudnya kota-kota yang sehat, ramah lingkungan, dan berkelanjutan di seluruh Indonesia.

"Kolaborasi antarkota menjadi hal penting untuk saling belajar dan memperkuat solusi terhadap berbagai persoalan perkotaan, termasuk pengelolaan sampah yang menjadi isu bersama," tutupnya.