LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Luwu Timur melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DistanKP) menargetkan panen padi seluas 9.196,93 hektare sepanjang Bulan Juni 2026 ini. Besarnya target panen tersebut diharapkan mampu mendongkrak produksi beras daerah dan menopang kebutuhan pangan masyarakat, baik di tingkat lokal maupun regional.
Target besar ini menjadi bukti keseriusan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus menjaga posisi Luwu Timur sebagai salah satu lumbung pangan utama di Sulawesi Selatan.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DistanKP), Munadiah As’ad, mengungkapkan, sejumlah kecamatan menjadi penyumbang terbesar produksi padi. Diantaranya Kecamatan Angkona, Burau, Kalaena, dan Tomoni Timur. Meski demikian, sektor pertanian Luwu Timur masih menghadapi berbagai tantangan yang membutuhkan perhatian serius. Mulai dari harga gabah yang belum stabil, risiko kehilangan hasil akibat penanganan pasca panen yang belum maksimal, dampak perubahan iklim, hingga ancaman hama dan penyakit tanaman.
"Selain itu, keterbatasan alat dan mesin pertanian juga masih menjadi kendala di lapangan. Sektor pertanian pun menghadapi tantangan dalam ketersediaan tenaga kerja, karena sebagian masyarakat lebih memilih bekerja di sektor pertambangan yang dinilai lebih menjanjikan secara ekonomi," terangnya, Senin, 1 Juni 2026.
Belum optimalnya fungsi kelompok tani juga menjadi pekerjaan rumah yang harus segera dibenahi agar program pertanian berjalan lebih efektif dan berkelanjutan.
"Penyelesaian berbagai persoalan pertanian menjadi prioritas utama pembangunan daerah tahun 2026," imbuhnya.
Ia mengatakan, pemerintah daerah berkomitmen menambah sarana mekanisasi, memperbaiki sistem pra dan pasca panen, memberikan dukungan permodalan, serta memperkuat kelembagaan petani. Langkah tersebut dilakukan agar seluruh potensi lahan pertanian dapat tergarap maksimal, produksi tetap terjaga, dan kesejahteraan petani di Kabupaten Luwu Timur terus meningkat.
"Dengan target panen yang besar dan dukungan program strategis pemerintah daerah, kami optimistis mampu menjaga stabilitas produksi pangan sekaligus memperkuat sektor pertanian sebagai penopang utama ekonomi masyarakat pedesaan," pungkasnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Sungai Malili Akan Dikeruk, Materialnya Diproyeksikan untuk Pembangunan Infrastruktur
-
Expo K-UMKM Sulsel di Luwu Timur Berakhir Meriah, Menteri Koperasi RI Beri Aplaus dan Bupati Irwan Apresiasi Panitia
-
Buka The Gamst Futsal Cup 4, Bupati Irwan Cetak Hattrick dan Tambah Bonus Juara
-
Buah Dengen Jadi Maskot Expo K-UMKM Sulsel 2026, Angkat Kekayaan Lokal Luwu Timur
-
Jelang Pekan Expo K-UMKM Sulsel, Persiapan di Lapangan Iniaku Sorowako Capai 90 Persen