Dewi Yuliani : Jumat, 29 Mei 2026 20:37
RSUD I Lagaligo Kabupaten Luwu Timur menggandeng RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar menyelenggarakan Pelatihan Tata Laksana Nyeri bagi dokter umum, perawat dan bidan.

LUWU TIMUR, BUKAMATANEWS - Dalam upaya meningkatkan mutu pelayanan kesehatan kepada masyarakat, RSUD I Lagaligo Kabupaten Luwu Timur menggandeng RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar menyelenggarakan Pelatihan Tata Laksana Nyeri bagi dokter umum, perawat dan bidan.

Kegiatan tersebut digelar pada Jumat, 29 Mei 2026, di Aula RSUD I Lagaligo. Pelatihan dilaksanakan secara hybrid, yakni offline dan melalui Zoom Meeting bagi tenaga medis yang berhalangan hadir langsung.

Direktur RSUD I Lagaligo, dr. Irfan, mengatakan pelatihan ini merupakan bagian dari komitmen manajemen rumah sakit untuk terus meningkatkan kompetensi dan profesionalisme sumber daya manusia.

"Melalui pelatihan ini diharapkan tenaga medis dapat meningkatkan kompetensi dan keterampilan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang profesional, optimal dan berkualitas kepada masyarakat," ujar dr. Irfan.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber ahli dari RSUP Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, yakni dr. Madonna D. Datu, Sp.An-TI,Subsp.MN(K)-FIPM dan Zakaria, S.Kep, Ns.

Kedua narasumber membagikan ilmu, pengalaman dan pemahaman mendalam terkait konsep dasar nyeri, mekanisme terjadinya nyeri, hingga teknik pengkajian nyeri yang efektif, komprehensif dan berorientasi pada keselamatan pasien.

Manajemen nyeri merupakan salah satu indikator penting dalam pelayanan rumah sakit. Penilaian dan penanganan nyeri yang tepat tidak hanya meningkatkan kenyamanan pasien, tetapi juga mempercepat proses penyembuhan.

Dengan adanya pelatihan ini, seluruh tenaga medis di RSUD I Lagaligo diharapkan mampu menerapkan standar tata laksana nyeri sesuai prosedur, mulai dari skrining awal, penilaian ulang, hingga intervensi farmakologi dan non-farmakologi.

Kerja sama antara RSUD I Lagaligo dan RSUP Dr. Wahidin sebagai rumah sakit rujukan tipe A di Indonesia Timur ini diharapkan terus berlanjut dalam berbagai program peningkatan kapasitas lainnya, termasuk pelatihan kegawatdaruratan, pelayanan intensif, dan manajemen keselamatan pasien. (*)