Tampil Memukau di Tudang Sipulung, SMADA 86 Bawa Spirit Kerja Keras dan Persaudaraan
Bagi SMADA 86, loyalitas terhadap almamater dan Kota Makassar bukan hanya cerita masa lalu, melainkan semangat yang akan terus hidup dan diwariskan lintas generasi.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Semangat kebersamaan, kecintaan pada almamater, dan nilai pengabdian berpadu dalam kemeriahan Karnaval Budaya pada rangkaian Tudang Sipulung Nasional II Ikatan Alumni SMADA Makassar. Di antara deretan peserta, alumni SMADA angkatan 1986 tampil mencuri perhatian lewat pesan kuat tentang kerja keras dan dedikasi untuk tanah kelahiran.

Mengusung motto “Make Everyone Happy”, alumni SMADA 86 tidak sekadar hadir untuk bernostalgia. Empat dekade perjalanan kebersamaan justru mereka maknai sebagai momentum mempertegas komitmen untuk terus berkontribusi bagi almamater, Kota Makassar, dan bangsa.
Satu kata yang paling menggema dari barisan SMADA 86 adalah “Akkareso”. Dalam filosofi masyarakat Makassar, Akkareso berarti kerja keras tanpa mengenal lelah—nilai yang dianggap melekat kuat dalam karakter masyarakat Bugis-Makassar.
“Hari ini kami pulang membawa satu kata: AKKARESO. Ini adalah tekad kami untuk terus bekerja dan mengabdi tanpa henti,” ujar perwakilan Ketua Angkatan 1986 sekaligus Ketua 1 PP IKA SMADA Makassar, Rudy Pieter Goni.
Ahad (24/5/2026).
Bagi para alumni, setiap langkah dalam pawai budaya tersebut bukan sekadar iringan seremonial, melainkan simbol sukkuruk atau rasa syukur atas perjalanan persaudaraan selama 40 tahun. Senyum dan kebersamaan yang terjalin menjadi doa bersama untuk kemajuan Kota Makassar dan keberlanjutan solidaritas antarsesama alumni.
Momentum Tudang Sipulung juga dimanfaatkan SMADA 86 untuk menyalakan kembali semangat pengabdian melalui berbagai kontribusi sosial dan gerakan kebersamaan di masa mendatang. Forum Tudang Sipulung yang sarat makna duduk bersama dan menyatukan hati dianggap sebagai ruang mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat komitmen membangun daerah.
Sebagai salah satu angkatan yang menjadi pilar penting dalam perjalanan IKA SMADA Makassar, alumni 86 menegaskan bahwa jarak dan waktu tidak pernah mampu memudarkan rasa persaudaraan mereka.
Bagi SMADA 86, loyalitas terhadap almamater dan Kota Makassar bukan hanya cerita masa lalu, melainkan semangat yang akan terus hidup dan diwariskan lintas generasi.
