Laga Panas di BJ Habibie Pare-pare: Persib Menang, Suporter PSM Meradang
17 Mei 2026 23:52
Camat Tamalanrea, Andi Patiroi, menyebutkan terdapat 25 lapak yang menjadi sasaran penataan kali ini. Menariknya, mayoritas pedagang yang sudah berjualan selama 5 hingga 10 tahun di lokasi tersebut bersedia membongkar sendiri tempat usahanya.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Wajah Kelurahan Tamalanrea Indah kini tampak lebih lapang dan tertata. Melalui pendekatan persuasif yang panjang, Pemerintah Kecamatan Tamalanrea berhasil menggerakkan kesadaran para Pedagang Kaki Lima (PK5) untuk melakukan pembongkaran lapak secara mandiri pada Senin (11/5/2026).

Langkah ini menjadi bukti bahwa penegakan aturan tidak selalu harus kaku. Alih-alih penggusuran paksa, Pemkot Makassar lebih memilih jalan dialog untuk menciptakan kawasan yang aman dan nyaman bagi pengguna jalan.
Camat Tamalanrea, Andi Patiroi, menyebutkan terdapat 25 lapak yang menjadi sasaran penataan kali ini. Menariknya, mayoritas pedagang yang sudah berjualan selama 5 hingga 10 tahun di lokasi tersebut bersedia membongkar sendiri tempat usahanya.
"Dari 25 titik, sebanyak 20 lapak dibongkar mandiri oleh pemiliknya. Hanya 5 lapak yang kami bantu bongkar di lokasi. Ini adalah hasil dari komunikasi yang baik dan kesepakatan yang telah kita bangun sebelumnya," ungkap Andi Patiroi usai memimpin apel gabungan.
Operasi Terpadu: PK5 dan Parkir Liar
Penataan ini tidak dilakukan sendirian. Tim gabungan yang terdiri dari jajaran Kecamatan, Polsek Tamalanrea, Babinsa, Bhabinkamtibmas, hingga BKO Satpol PP dan Satlinmas dikerahkan untuk memastikan proses berjalan kondusif.
Selain fokus pada lapak yang berdiri di atas fasilitas umum (fasum), petugas juga menyasar area parkir liar. Selama ini, tumpukan kendaraan yang tidak teratur di kawasan tersebut kerap dikeluhkan warga karena memicu kemacetan dan mengganggu mobilitas harian.
Andi Patiroi menegaskan bahwa misi utama kegiatan ini adalah edukasi, bukan sekadar pembersihan lahan. Ia ingin pelaku usaha memahami pentingnya menjaga fungsi ruang publik tanpa mematikan ekonomi warga.
"Kami mengedepankan cara-cara humanis agar pedagang tetap merasa dihargai. Tujuannya satu: menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa ketertiban lingkungan adalah tanggung jawab kita bersama," tambahnya.
Melalui aksi penataan ini, Pemerintah Kecamatan Tamalanrea berharap estetika kota Makassar semakin terjaga, sehingga tercipta lingkungan yang lebih rapi, bersih, dan representatif bagi seluruh masyarakat.
17 Mei 2026 23:52
17 Mei 2026 21:51