Dewi Yuliani : Jumat, 24 April 2026 16:51
Ist

JAKARTA, BUKAMATANEWS - Otoritas keamanan Arab Saudi memperketat pengawasan jemaah haji dengan melakukan pemeriksaan acak. Karena itu, jemaah haji asal Indonesia diingatkan untuk senantiasa disiplin membawa dokumen resmi selama beraktivitas di Tanah Suci, seperti kartu nusuk, visa, dan paspor.

Berdasarkan pantauan pada Kamis, 23 April 2026 waktu setempat, pihak keamanan Arab Saudi mulai melakukan pemeriksaan acak (random checking) terhadap para jemaah yang berada di kawasan strategis sekitar Masjidil Haram, Makkah. Petugas menyasar jemaah yang ada di terminal Jabal Alka'bah maupun di jalan-jalan menuju Masjidil Haram.

Petugas keamanan menanyakan kepemilikan kartu nusuk maupun visa haji yang sah untuk memastikan legalitas keberadaan jemaah di area ibadah.

Menanggapi hal ini, Kepala Daerah Kerja (Daker) Makkah, Ihsan Faisal, mengimbau seluruh jemaah agar membawa identitas resmi, terutama kartu nusuk. Kartu ini berfungsi untuk membedakan antara jamaah resmi dan ilegal. Kartu nusuk juga memuat informasi seperti nama, foto, tempat dan tanggal lahir. Termasuk dalam penempatan lokasi penginapan, dan data penting lainnya milik jemaah.

"Kartu nusuk yang dimiliki oleh seluruh jamaah itu harus dibawa ke mana-mana, terutama saat beraktivitas di luar hotel atau di tempat ibadah seperti di Masjidil Haram atau di Masjid Nabawi. Kartu itu akan menjadi syarat utama masuk atau menjadi akses, syarat akses utama," kata Ihsan.

Untuk musim haji 2026, distribusi kartu nusuk dilakukan lebih awal di embarkasi masing-masing sebelum jemaah bertolak ke Tanah Suci. Proses pemberian dan aktivasi kartu dilakukan oleh syarikah (perusahaan penyedia layanan haji) yang telah bekerja sama dengan pemerintah Indonesia.

"Kementerian Haji dan Umrah berkomitmen bahwa para jemaah haji yang akan berangkat itu sudah mendapatkan kartu nusuk. Karena itu, kartu nusuk diberikan di embarkasi masing-masing bahkan sudah diaktivasi," ucap Ihsan. (*)