Redaksi : Selasa, 21 April 2026 13:24

JAKARTA, BUKAMATANEWSMenteri Pertanian Amran Sulaiman menyatakan program biodiesel berbasis sawit dengan campuran 50 persen atau B50 mulai diterapkan pada 1 Juli 2026. Kebijakan ini merupakan hasil kerja sama Kementerian Pertanian dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Pemerintah menargetkan penghentian impor solar mulai tahun ini seiring dengan implementasi B50. Program ini dinilai mampu mengoptimalkan pemanfaatan minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) di dalam negeri.

Sejauh ini, Indonesia telah menyerap sekitar 5,3 juta ton CPO untuk diolah menjadi bahan bakar nabati melalui kebijakan tersebut.

Menurut Amran, dampak B50 tidak hanya dirasakan di dalam negeri, tetapi juga memengaruhi pasar global. Harga CPO dunia meningkat signifikan akibat tingginya permintaan untuk kebutuhan energi. Selain itu, ekspor CPO nasional dilaporkan naik hingga 6 juta ton setelah kebijakan ini dijalankan.

"Kenaikan ini sebelumnya tidak pernah diprediksi. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi petani Indonesia," ujar Amran.

Program B50 juga menjadi bagian dari transformasi energi berbasis sumber daya terbarukan. Pemerintah menegaskan sawit tidak hanya dapat diolah menjadi solar, tetapi juga berpotensi dikembangkan menjadi bensin dan etanol. Pengembangan ini terus dilakukan guna memperluas diversifikasi energi nasional.

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani sawit di seluruh tanah air.

 

BERITA TERKAIT