Redaksi
Redaksi

Sabtu, 11 April 2026 22:20

Memeluk Luka untuk Mendidik dengan Cinta: Ratusan Orang Tua Hadiri "Quranic Parenting" SIT Ar-Rahmah

Memeluk Luka untuk Mendidik dengan Cinta: Ratusan Orang Tua Hadiri "Quranic Parenting" SIT Ar-Rahmah

Melalui pendekatan menyeluruh ini, SIT Ar-Rahmah berharap kolaborasi antara pihak sekolah dan wali murid semakin erat.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Lebih dari 800 orang tua dan wali murid memadati Ballroom Hotel Harper, Makassar, Sulawesi Selatan, untuk menghadiri agenda strategis Quranic Parenting yang diselenggarakan oleh Sekolah Islam Terpadu (SIT) Ar-Rahmah, Sabtu (11/4/2026). Kegiatan berskala masif ini mengusung misi mendalam: menyembuhkan dan menguatkan mental orang tua dalam mendidik buah hatinya.

Mengusung tema "Melangkah Lebih Dekat Membersamai Anak dengan Al-Qur’an", kegiatan ini menghadirkan narasumber nasional sekaligus Master Trainer Wafa Indonesia, Dr. Dody Tisna Amijaya. Antusiasme peserta yang terdiri dari wali murid jenjang PAUD hingga SMAIT serta masyarakat umum ini dilaporkan jauh melampaui target awal panitia.

Di hadapan ratusan peserta yang memenuhi ballroom, Dr. Dody secara lugas menyoroti urgensi penyembuhan diri (self-healing) dan pentingnya mencintai diri sendiri (self-love) bagi para ayah dan ibu. Ia menegaskan bahwa orang tua yang masih terjebak pada luka pengasuhan masa lalu akan kesulitan memberikan kasih sayang yang utuh kepada anak.

"Bagaimana mungkin orang tua yang terjebak dengan luka-luka masa lalu bisa mendidik anak-anaknya? Bagaimana mungkin orang tua yang tidak mencintai dirinya sendiri, bisa mencintai anak-anaknya?" papar Dody, yang seketika menyentuh sisi emosional para hadirin.

Lebih lanjut, ia juga menepis keraguan yang kerap menghinggapi para orang tua di tengah beratnya tantangan pendidikan modern. Ia mengingatkan kembali hakikat anak sebagai amanah mutlak dari Sang Pencipta.

"Bagaimana mungkin kita ragu, tidak bisa mendidik anak-anak kita, padahal Allah saja mempercayakan mereka kepada kita," tegasnya.

Lebih dari Angka Sumatif

Pesan-pesan spiritual dan emosional ini menjadi sangat relevan karena pemaparan Quranic Parenting ini sekaligus menjadi fondasi hangat sebelum para orang tua menerima rapor Sumatif Tengah Semester (STS) putra-putrinya.

Dikonfirmasi secara terpisah, Direktur Media dan Marketing Yayasan Ar-Rahmah Sulawesi, Mustain Ruddin, menjelaskan bahwa peletakan agenda parenting sebelum evaluasi akademis adalah langkah yang disengaja. Menurutnya, deretan angka di lembar rapor STS—seperti nilai 85, 90, atau 92—tidak akan berdampak panjang tanpa didukung oleh kestabilan emosional keluarga di rumah.

"Kami sengaja memfokuskan pada penguatan mental dan spiritual orang tua terlebih dahulu. Pendidikan itu holistik. Sinergi nilai-nilai karakter Al-Qur'an dari sekolah hanya bisa dilanjutkan di rumah jika orang tua memiliki kesehatan mental yang baik, dan tidak hanya berpatokan pada deretan angka rapor semata," ujar Mustain.

Melalui pendekatan menyeluruh ini, SIT Ar-Rahmah berharap kolaborasi antara pihak sekolah dan wali murid semakin erat. Visi akhirnya bukan sekadar mencetak siswa yang cerdas secara kognitif saat ujian sumatif, melainkan melahirkan generasi Qurani yang tangguh berkat dukungan penuh dari keluarga yang sehat secara emosional.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#SIT Ar-Rahmah

Berita Populer