Pemkab Luwu Utara Bahas Pengendalian Banjir dan Irigasi Bersama BBWS Pompengan Jeneberang
Bupati Andi Abdullah Rahim menyampaikan bahwa audiensi bertujuan untuk membahas perkembangan rencana strategis BBWS, khususnya terkait pembangunan Bendungan Baliase serta penguatan tanggul di Sungai Masamba dan Sungai Baliase.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Pemerintah Kabupaten Luwu Utara terus memperkuat sinergi dengan pemerintah pusat dalam upaya pengendalian banjir dan peningkatan ketahanan pangan. Hal ini ditandai dengan audiensi Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, bersama jajaran Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang di Makassar, Rabu 1 April 2026.

Dalam pertemuan tersebut, Bupati Andi Abdullah Rahim menyampaikan bahwa audiensi bertujuan untuk membahas perkembangan rencana strategis BBWS, khususnya terkait lanjutan pembangunan jaringan irigasi baliase serta penguatan tanggul di Sungai Masamba dan Sungai Baliase.
“Kami bersama BBWS melihat langsung progres dan rencana pembangunan, termasuk upaya pengendalian banjir di Luwu Utara, terutama di wilayah Sungai Masamba dan Baliase,” ujarnya.
Selain itu, Pemkab Luwu Utara juga mendorong percepatan sejumlah usulan melalui skema Instruksi Presiden (Inpres), termasuk pembangunan bendungan dan jaringan irigasi di Desa Konotoa, Kecamatan Rampi.
Sementara itu, Kepala BBWS Pompengan Jeneberang, Heriantono Waluyadi, menegaskan komitmen pihaknya dalam mendukung ketahanan pangan nasional melalui pembangunan infrastruktur sumber daya air di Luwu Utara.
Ia menjelaskan, pembangunan Daerah Irigasi (DI) Baliase yang memiliki target luas 18.000 hektare saat ini telah terealisasi sekitar 4.000 hektare. Pembangunan sisanya akan dilakukan secara bertahap hingga tahun 2028.
“Pengembangan jaringan irigasi Baliase ini akan terus kami lanjutkan secara bertahap. Hal ini untuk mendukung program cetak sawah dan peningkatan produksi pangan di Luwu Utara,” jelasnya.
Tak hanya itu, BBWS juga merencanakan program pengendalian banjir di sejumlah sungai, termasuk Sungai Baliase dan Masamba, yang ditargetkan rampung secara bertahap hingga tahun 2026.
Menurut Heriantono, proyek pengendalian banjir tersebut menjadi bagian penting untuk melindungi kawasan pertanian agar tidak terdampak banjir, sehingga produktivitas pangan tetap terjaga.
Ia juga berharap dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Luwu Utara, khususnya dalam hal penyediaan lahan apabila dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek ke depan.
“Kami membutuhkan sinergi dengan pemerintah daerah, terutama terkait dukungan lahan agar seluruh program bisa berjalan optimal,” tambahnya.
Audiensi ini diharapkan menjadi langkah konkret dalam mempercepat pembangunan infrastruktur pengendalian banjir dan irigasi di Luwu Utara, sekaligus memperkuat ketahanan pangan di daerah tersebut.
