BUKAMATANEWS - Kebersamaan panjang antara Mohamed Salah dan Liverpool FC akhirnya mencapai garis akhir. Sang bintang Mesir memastikan akan meninggalkan Anfield pada akhir musim ini, menutup satu era emas yang penuh trofi dan rekor.
Keputusan itu diumumkan langsung oleh Salah melalui akun Instagram pribadinya. Dalam pesan emosional, pemain berusia 33 tahun tersebut mengaku perpisahan ini menjadi momen yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.
“Halo semuanya, sayangnya hari itu sudah tiba. Ini adalah bagian pertama dari perpisahan saya. Saya akan meninggalkan Liverpool pada akhir musim,” tulis Salah, mengenang betapa dalamnya ikatan yang terjalin antara dirinya dengan klub, kota, dan para pendukung.
Didatangkan dari AS Roma pada 2017, Salah menjelma menjadi ikon baru di Anfield. Ketajamannya di lini depan menjadikannya mesin gol utama sekaligus simbol kebangkitan Liverpool dalam satu dekade terakhir.
Sepanjang kariernya bersama The Reds, Salah telah mengoleksi 255 gol, menempatkannya sebagai pencetak gol terbanyak ketiga sepanjang sejarah klub, di bawah Ian Rush dan Roger Hunt. Di ajang Premier League, kontribusinya juga luar biasa dengan 189 gol dan 92 assist—menjadikannya pemain dengan keterlibatan gol tertinggi Liverpool di kompetisi tersebut.
Lebih dari sekadar statistik, Salah adalah wajah dari kesuksesan Liverpool dalam beberapa tahun terakhir. Ia berperan penting dalam membawa klub meraih berbagai gelar prestisius, termasuk Premier League 2019/2020 dan 2024/2025, serta Liga Champions 2018/2019. Deretan trofi lain seperti Piala FA, Piala Liga, UEFA Super Cup, hingga FIFA Club World Cup semakin mengukuhkan statusnya sebagai legenda hidup klub.
Dalam pesan perpisahannya, Salah juga menyampaikan rasa terima kasih mendalam kepada seluruh elemen klub, terutama para penggemar yang selalu setia mendukungnya dalam suka dan duka.
“Kepada fans, saya tidak bisa menyampaikannya dalam kata-kata. Dukungan yang Anda berikan selama masa terbaik dalam karier saya dan saat-saat tersulit adalah sesuatu yang tidak akan pernah saya lupakan,” ujarnya.
Kepergian Salah bukan hanya kehilangan bagi Liverpool, tetapi juga menandai berakhirnya satu babak penting dalam sejarah klub—era di mana seorang “Raja Mesir” menorehkan kisah yang akan dikenang sepanjang masa di Anfield.
BERITA TERKAIT
-
Mohamed Salah Ukir Rekor Bersejarah di Tengah Krisis Liverpool
-
Liverpool Berhasil Rebut Juara Liga Inggris 2024/2025
-
Al-Hilal Dikabarkan Siap Gaet Mohamed Salah dengan Tawaran Fantastis
-
Sederet Fakta Penting Jelang Duel Manchester United vs Liverpool di Piala FA Malam Ini
-
Mohamed Salah Desak Para Pemimpin Dunia Untuk Bersatu Hentikan Konflik Palestina-Israel