Dewi Yuliani : Senin, 23 Maret 2026 09:01

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Pemudik yang menggunakan moda transportasi udara secara nasional tembus 4,41 juta jiwa. PT Angkasa Pura Indonesia (InJourney Airports) selaku pengelola 37 bandara di Indonesia melayangkan data tersebut.

"Tercatat sebanyak 4,41 juta jiwa melakukan perjalanan mudik menggunakan pesawat. Data tersebut selama periode 13–21 Maret 2026 atau pada H-7 hingga H1 Lebaran," ujar Direktur Utama InJourney Airports, Mohammad R. Pahlevi, Minggu 22 Maret 2026.

Pahlevi menyampaikan angka tersebut tumbuh 3,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang mencapai 4,25 juta penumpang. Adapun lonjakan tertinggi terjadi pada 18 Maret 2026 (H-2) dengan jumlah pemudik capai 568.964 penumpang.

Sementara, sambung Pahlevi, pada Hari Raya Idulfitri, jumlah penumpang mencapai 397.670 jiwa. "Arus mudik berjalan baik dan kami bersyukur aspek operasional dan pelayanan pada periode arus mudik secara umum dapat terjaga, berkat rencana operasi yang matang serta kolaborasi seluruh stakeholders bandara," kata dia.

Selain penumpang, Pahlevi juga membeberkan pergerakan pesawat juga meningkat signifikan. Tercatat ada 33.099 penerbangan selama periode tersebut, naik sekitar enam persen dibandingkan tahun lalu sebanyak 31.240 penerbangan.

Tingginya pergerakan penumpang membuat sejumlah bandara mencatat trafik tertinggi selama arus mudik. Posisi teratas ditempati Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta dengan 1,51 juta penumpang.

"Kemudian diikuti Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali sebanyak 523.944 penumpang, Bandara Internasional Juanda sebanyak 378.056 penumpang. Lalu, Bandara Internasional Sultan Hasanuddin sebanyak 283.099 penumpang dan Bandara Internasional Kualanamu sebanyak 207.661 penumpang," ucapnya.

Di sisi lain, tingginya permintaan perjalanan juga tercermin dari realisasi penerbangan tambahan (extra flight). Dari sekitar 2.500 permintaan, sebanyak 2.000 extra flight berhasil direalisasikan atau setara 80 persen.

Angka ini cukup tinggi dan menunjukkan permintaan perjalanan udara yang kuat selama angkutan Lebaran. Sekaligus kolaborasi yang baik antar stakeholder,” kata Pahlevi.

Diketahui, pascapuncak arus mudik dan mendekati Lebaran/Idulfitri 1447 Hijriyah, penumpang Bandara Internasional Soekarno-Hatta turun drastis. Tercatat, hanya 159.814 pergerakan penumpang.

"Untuk keberangkatan sebanyak 91.919 penumpang dan kedatangan sebanyak 67.895 penumpang. Sementara pada puncak arus mudik tembus 184.754 penumpang," ujar Deputy Communication and Legal Bandara Soekarno-Hatta, Yudistiawan, Kamis 19 Maret 2026.

Yudis mengungkapkan adapun pada masa angkutan lebaran 2026 ini, penumpang masih didominasi rute domestik. Yakni pada Terminal 1 sebanyak 42.286 penumpang, Terminal 2 sebanyak 43.979, dan Terminal 3 sebanyak 28.871 penumpang.

"Sedangkan untuk penumpang rute internasional yakni 44.678 penumpang di Terminal 2 dan 3. Sementara, untuk jumlah penerbangan, pada hari H-2 lebaran ini, terdapat 1.127 pesawat yang lalu lalang di langit Indonesia," kata dia. (*)