Isu Rp2 Miliar untuk Helikopter Dibantah, Pemprov Sulsel Siap Tempuh Jalur Hukum
02 April 2026 16:47
Serangan ini menargetkan area yang dikenal sebagai pusat program nuklir Israel di Dimona serta kota Arad. Tim penyelamat Israel melaporkan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka, dengan sejumlah korban dalam kondisi serius.
BUKAMATANEWS - Konflik antara Iran dan Israel memasuki fase yang semakin berbahaya setelah Teheran melancarkan serangan rudal ke wilayah selatan Israel, termasuk kawasan strategis Dimona, Sabtu (21/3/2026).

Serangan ini menargetkan area yang dikenal sebagai pusat program nuklir Israel di Dimona serta kota Arad. Tim penyelamat Israel melaporkan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka, dengan sejumlah korban dalam kondisi serius.
Televisi pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai bentuk “tanggapan” atas dugaan serangan terhadap fasilitas pengayaan uranium Natanz sebelumnya pada hari yang sama. Eskalasi ini menandai babak baru konflik yang kini memasuki minggu keempat, dengan pola serangan balasan yang semakin intens.
Di Arad, sedikitnya 88 orang dilaporkan terluka, termasuk 10 orang dalam kondisi kritis. Sementara di Dimona, 39 orang menjadi korban, di antaranya seorang anak berusia 10 tahun yang dilaporkan dalam kondisi kritis akibat serpihan ledakan. Sejumlah bangunan tempat tinggal dilaporkan hancur dan kebakaran terjadi di beberapa titik.
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu menyebut malam serangan itu sebagai “masa sulit” bagi negaranya dan menegaskan Israel akan terus melanjutkan operasi militernya terhadap Iran.
Militer Israel mengakui sistem pertahanan udara telah diaktifkan, namun tidak seluruh rudal berhasil dicegat. Beberapa rudal balistik dengan hulu ledak besar dilaporkan menghantam langsung target di Dimona dan Arad.
Meski demikian, International Atomic Energy Agency menyatakan tidak ada indikasi kerusakan pada fasilitas nuklir utama di Dimona maupun kebocoran radiasi di wilayah tersebut. Badan tersebut juga mendesak semua pihak untuk menahan diri, terutama terkait operasi militer di sekitar fasilitas nuklir.
Di sisi lain, Israel sebelumnya mengklaim telah menyerang fasilitas riset di Universitas Malek Ashtar di Teheran yang disebut terkait pengembangan senjata nuklir dan rudal balistik. Namun, tudingan terkait serangan terhadap fasilitas Natanz masih menjadi perdebatan.
Konflik yang terus meningkat ini memicu kekhawatiran global, mengingat Dimona merupakan pusat program nuklir Israel sejak akhir 1950-an. Serangan terhadap wilayah tersebut dinilai berpotensi memperluas konflik dan meningkatkan risiko keamanan regional di Timur Tengah.
02 April 2026 16:47
02 April 2026 16:03
02 April 2026 15:57
02 April 2026 15:15
02 April 2026 14:22
02 April 2026 11:56
02 April 2026 09:30
02 April 2026 11:10
02 April 2026 11:25
02 April 2026 14:22