LUTRA, BUKAMATANEWS - Pemerintah Kabupaten Luwu Utara mulai mengantisipasi potensi risiko di tengah lonjakan wisatawan saat libur Lebaran 1447 Hijriah. Fokus utama bukan hanya pada kelancaran arus mudik, tetapi juga mitigasi bencana di sejumlah destinasi favorit.
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, memimpin langsung rapat koordinasi bersama Forkopimda di Masamba, Jumat (20/3/2026), guna memastikan kesiapan seluruh pihak menghadapi potensi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi selama periode libur.
Dengan curah hujan yang cukup tinggi berdasarkan data BMKG, pemerintah daerah menaruh perhatian khusus pada kawasan wisata berbasis sungai dan alam terbuka yang rawan banjir maupun arus deras.
Sejumlah titik seperti Maipi, Bantimurung Bone-Bone, hingga Sungai Tamboke di Sukamaju menjadi prioritas pengawasan. Pemerintah pun mendorong pemasangan sistem peringatan dini, peta kedalaman air, hingga jaring pengaman di lokasi rawan.
“Kita tidak ingin ada kelengahan di lapangan. Informasi harus tersampaikan dengan cepat dan jelas kepada pengunjung,” tegas Bupati.
Selain itu, skema pembatasan jumlah pengunjung dan pengaturan jam operasional juga mulai dipertimbangkan untuk mencegah kepadatan yang berisiko.
Langkah ini diperkuat dengan pembentukan tim siaga di setiap titik wisata, serta koordinasi lintas sektor, termasuk aparat keamanan, BPBD, hingga pemerintah desa.
BERITA TERKAIT
-
Apel Akbar Pasca-Lebaran, Bupati Luwu Utara Ajak ASN Perkuat Komitmen Pelayanan
-
Pemkab Luwu Utara Bahas Pengendalian Banjir dan Irigasi Bersama BBWS Pompengan Jeneberang
-
Luwu Utara Serahkan LKPD 2025 ke BPK, Komitmen Transparansi dan Akuntabilitas
-
Sekolah Budaya I Lagaligo Luwu Utara Kembali Dibuka, Pendaftar Tembus Rekor 73 Orang
-
Bupati Luwu Utara Hadiri Pembukaan Latsarmil Komcad ASN 2026 di Rindam XIV/Hasanuddin