Isu Rp2 Miliar untuk Helikopter Dibantah, Pemprov Sulsel Siap Tempuh Jalur Hukum
02 April 2026 16:47
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan kelanjutan dari nilai-nilai Ramadan yang harus diwujudkan dalam kerja nyata.
GOWA, BUKAMATANEWS - Masjid Agung Syekh Yusuf menjadi pusat pelaksanaan Salat Idul Fitri 1447 Hijriah yang dimaknai lebih dari sekadar perayaan keagamaan. Momentum ini dijadikan pijakan untuk memperkuat persatuan sekaligus mendorong pembangunan yang lebih inklusif di Kabupaten Gowa.

Pelaksanaan salat Id yang berlangsung khidmat pada Sabtu (21/3/2026) itu dihadiri jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, serta masyarakat dari berbagai wilayah.
Bupati Gowa, Sitti Husniah Talenrang, menegaskan bahwa Idul Fitri merupakan kelanjutan dari nilai-nilai Ramadan yang harus diwujudkan dalam kerja nyata.
“Idul Fitri adalah panggilan untuk merawat persatuan dan menghadirkan kepedulian sosial dalam tindakan sehari-hari. Dari situlah kekuatan pembangunan lahir,” ujarnya.
Menurutnya, semangat kebersamaan yang terbangun selama Ramadan harus menjadi fondasi dalam memperkuat arah pembangunan daerah yang berkelanjutan dan berkeadilan.
Ia mengungkapkan, dalam satu tahun terakhir, berbagai indikator pembangunan di Gowa menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang melampaui rata-rata hingga penurunan angka kemiskinan serta peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Namun demikian, capaian tersebut dinilai belum cukup jika belum dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan masyarakat.
“Tugas kita memastikan setiap kemajuan menyentuh semua. Pembangunan harus terasa adil dan inklusif, bukan sekadar angka,” tegasnya.
Pemerintah Kabupaten Gowa, lanjutnya, berkomitmen untuk terus menghadirkan kebijakan yang berorientasi pada pemerataan kesejahteraan, guna menghindari kesenjangan antarwilayah maupun kelompok masyarakat.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menekankan pentingnya peran generasi muda sebagai motor penggerak inovasi daerah.
“Pemuda Gowa harus tampil sebagai agen perubahan. Dengan ide dan semangat baru, mereka menjadi energi penting dalam mendorong daya saing daerah,” tambahnya.
Sementara itu, khutbah Idul Fitri yang disampaikan oleh Riza Muhammad menekankan bahwa hari kemenangan sejatinya menjadi ujian untuk menjaga nilai-nilai Ramadan, terutama empati dan kepedulian sosial.
Ia mengaitkan hal tersebut dengan upaya pengentasan kemiskinan ekstrem di Gowa.
“Puasa melatih kita merasakan lapar dan memahami sesama. Kemenangan ini berarti saat kita terus menjaga empati itu, hadir dalam kebaikan, dan tidak membiarkan ada yang tertinggal,” ujarnya.
Pelaksanaan Shalat Id ini juga dihadiri Wakil Bupati Gowa Darmawangsyah Muin, jajaran Forkopimda, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah.
Dengan semangat Idul Fitri, Pemerintah Kabupaten Gowa berharap nilai persatuan dan kepedulian sosial dapat terus hidup dalam kehidupan masyarakat, sekaligus menjadi energi dalam mendorong pembangunan yang lebih merata dan berkeadilan.
02 April 2026 16:47
02 April 2026 16:03
02 April 2026 15:57
02 April 2026 15:15
02 April 2026 14:22
02 April 2026 11:56
02 April 2026 09:30
02 April 2026 11:10
02 April 2026 11:25