Redaksi : Selasa, 17 Maret 2026 04:42

BUKAMATANEWS - Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, memanfaatkan momentum Ramadan untuk mempererat hubungan dengan para pamong senior Pemerintah Kota Makassar sekaligus menyerap berbagai masukan bagi arah pembangunan kota.

Didampingi Ketua TP PKK Makassar, Melinda Aksa, Munafri menggelar silaturahmi Ramadan yang dirangkaikan dengan buka puasa bersama para aparatur sipil negara purna bhakti lingkup Pemkot Makassar.

Kegiatan yang berlangsung di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Senin (16/3/2026) itu dihadiri sejumlah mantan pejabat dan aparatur sipil negara yang telah memasuki masa purna tugas.

Dalam suasana hangat penuh kekeluargaan, Munafri mengajak para pamong senior untuk terus memberikan pandangan dan pengalaman mereka dalam mendukung tata kelola pemerintahan yang lebih baik.

Menurutnya, pertemuan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi di bulan suci Ramadan, tetapi juga ruang dialog yang penting untuk menjaga kesinambungan gagasan dalam pembangunan Kota Makassar.

“Pada kesempatan ini, saya berharap bukan hanya memperkuat silaturahmi, tetapi juga mempererat ukhuwah untuk kota kita tercinta,” ujar Munafri.

Ia menilai pengalaman para purna bhakti pemerintahan merupakan sumber pengetahuan berharga yang dapat menjadi referensi dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan di era yang terus berkembang.

“Perkembangan zaman yang semakin maju tentu membutuhkan banyak masukan dan pengalaman dari para senior yang telah lama berkecimpung dalam pemerintahan,” katanya.

Munafri menegaskan bahwa komunikasi dengan para senior akan terus dijaga sebagai bagian dari upaya memperkuat fondasi tata kelola pemerintahan di Kota Makassar.

Sebagai kepala daerah, ia juga memandang silaturahmi dengan para purna bhakti sebagai bentuk penghargaan sekaligus kewajiban moral pemerintah kepada mereka yang telah mengabdikan diri bagi daerah.

Menurutnya, pengabdian terhadap pembangunan tidak berhenti hanya karena seseorang telah memasuki masa purna tugas.

Dalam kesempatan tersebut, Munafri juga memaparkan sejumlah capaian pembangunan yang diraih Pemerintah Kota Makassar dalam satu tahun terakhir.

Ia menyebutkan berbagai indikator pembangunan menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi yang lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional maupun Provinsi Sulawesi Selatan, hingga penurunan angka kemiskinan dan stunting.

Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Makassar juga terus mengalami peningkatan.

“Alhamdulillah, dalam satu tahun terakhir hampir seluruh indikator pembangunan menunjukkan peningkatan yang cukup signifikan,” ujarnya.

Meski demikian, Munafri menegaskan bahwa capaian statistik tersebut bukanlah tujuan utama pembangunan. Menurutnya, yang lebih penting adalah dampak nyata yang dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

Ia mencontohkan, pembangunan yang ideal adalah ketika persoalan dasar masyarakat dapat terselesaikan, seperti banjir di kawasan permukiman yang tidak lagi memaksa warga mengungsi saat hujan deras.

Munafri menegaskan orientasi pembangunan pemerintah kota tidak hanya berfokus pada tata kelola pemerintahan yang baik, tetapi juga pada kebijakan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.

“Yang kita inginkan bukan hanya good governance, tetapi bagaimana setiap kebijakan dan program pemerintah benar-benar memberikan dampak langsung kepada masyarakat,” tegasnya.

Di sisi lain, ia juga memaparkan sejumlah program prioritas pemerintah kota yang menyasar peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya kelompok pekerja rentan.

Saat ini, sekitar 81.000 warga Kota Makassar telah mendapatkan perlindungan melalui program jaminan keselamatan kerja dan jaminan kematian.

Untuk memperkuat perlindungan tersebut, pemerintah kota pada tahun ini menambahkan program jaminan hari tua bagi sekitar 41.000 pekerja rentan dan pekerja keagamaan yang dibiayai melalui APBD.

Selain itu, pemerintah kota juga menyiapkan skema peningkatan insentif bagi tenaga kesehatan dan tenaga pendidik yang bertugas di wilayah kepulauan Kota Makassar.

Menurut Munafri, langkah tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan para tenaga pelayanan publik sekaligus memberikan dampak langsung bagi masyarakat di wilayah tersebut.

Kegiatan silaturahmi dan buka puasa bersama itu ditutup dengan dialog santai antara wali kota dan para pamong senior yang turut berbagi pandangan serta pengalaman mereka dalam membangun Kota Makassar.