Redaksi
Redaksi

Senin, 16 Maret 2026 14:49

Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melontarkan fakta mengejutkan di tengah pelepasan program mudik gratis, Senin (16/3/2026) pagi.
Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melontarkan fakta mengejutkan di tengah pelepasan program mudik gratis, Senin (16/3/2026) pagi.

Gubernur Andi Sudirman Sebut Kecelakaan di Sulsel Lebih Mematikan daripada COVID, Mudik Gratis Jadi Solusi

Ribuan warga Sulsel pulang kampung gratis naik bus. Andi Sudirman menyebut program ini tidak hanya ringankan beban ekonomi, tapi juga selamatkan nyawa dari risiko kecelakaan maut.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS – Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melontarkan fakta mengejutkan di tengah pelepasan program mudik gratis, Senin (16/3/2026) pagi. Ia menyebut angka fatalitas kecelakaan lalu lintas (lakalantas) di Sulsel setiap bulannya lebih tinggi dibandingkan jumlah korban meninggal akibat pandemi COVID-19.

"Setiap tahunnya, kejadian lakalantas sebenarnya lebih tinggi daripada COVID. Jika diakumulasi setiap bulan, lebih banyak korban di jalan," ungkap Andi Sudirman saat melepas 35 bus di kawasan Center Point of Indonesia (CPI).

Pernyataan tegas itu menjadi pembuka sekaligus penekanan bahwa persoalan keselamatan berkendara darat adalah darurat yang tak bisa diabaikan. Oleh karena itu, pemerintah hadir dengan program mudik gratis sebagai bentuk intervensi langsung untuk menekan angka kecelakaan, kemacetan, sekaligus meringankan beban ekonomi masyarakat.

"Mudah-mudahan ini bisa mengurangi risiko kecelakaan. Ini harus jadi perhatian kita bersama," tambahnya didampingi Ketua DPRD Sulsel, Andi Rachmatika Dewi.

Kepala Dinas Perhubungan Sulsel, Andi Erwin Terwo, menambahkan bahwa program ini juga menjadi strategi jitu pemerintah untuk mengerem laju inflasi saat musim mudik. Dengan transportasi umum yang memadai, diharapkan kepadatan kendaraan pribadi di jalan bisa berkurang.

"Ini membantu meminimalisir dampak inflasi serta mengurangi beban lalu lintas yang sudah berada di titik jenuh pada jam-jam puncak," jelas Erwin.

Antusiasme masyarakat menyambut program ini terlihat dari jumlah penumpang yang mencapai ratusan orang. Puluhan bus disiapkan tidak hanya oleh Pemprov Sulsel, tetapi juga dari puluhan perusahaan dan BUMN yang turut bergotong royong menyediakan armada.

Pemprov Sulsel memberangkatkan bus dengan rute:

Makassar – Malili: 160 penumpang

Makassar – Sinjai: 40 penumpang

Makassar – Bone: 60 penumpang

Makassar – Bulukumba: 120 penumpang

Makassar – Selayar: 120 penumpang

PT Jasa Raharja menjadi penyumbang penumpang terbanyak dengan memberangkatkan 250 orang menuju rute Palopo, Masamba, dan Malili. Sementara itu, PT Pertamina memberangkatkan 150 penumpang tersebar ke Bulukumba, Bone, Parepare, Palopo, hingga Mamuju.

Tak hanya bus, Semen Tonasa turut menyediakan tiga unit mobil boks khusus untuk mengangkut 35 unit sepeda motor milik pemudik, memastikan mereka yang ingin berkendara di kampung halaman tetap bisa terlayani dengan aman.

Dukungan armada juga mengalir dari PT KIMA (50 penumpang), Kanwil Bulog (25 penumpang), Pelindo Makassar dengan 12 unit bus, serta Pegadaian Sulsel dengan 8 unit bus.

Pemerintah Provinsi Sulsel berharap kolaborasi ini mampu mengubah tradisi mudik yang penuh risiko menjadi perjalanan pulang kampung yang aman, nyaman, dan berkesan bagi ribuan warga Sulawesi Selatan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Gubernur Andi Sudirman Sulaiman #Pemprov Susel