Redaksi
Redaksi

Sabtu, 14 Maret 2026 16:57

500 Kepala Keluarga Ditargetkan Lepas dari Kemiskinan, Bupati Luwu Utara Minta Data Akurat

500 Kepala Keluarga Ditargetkan Lepas dari Kemiskinan, Bupati Luwu Utara Minta Data Akurat

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan di Luwu Utara memang menunjukkan tren menggembirakan. Dari 13,59 persen pada tahun 2021, angkanya terus merosot menjadi 11,24 persen di 2024, dan kembali turun ke level 10,74 persen pada tahun 2025

LUTRA, BUKAMATANEWS - Angka kemiskinan di Luwu Utara memang terus menurun, tetapi Bupati Andi Abdullah Rahim tak ingin cepat berpuas diri. Di tengah tren positif yang tercatat dalam beberapa tahun terakhir, ia justru memasang target lebih tinggi: 500 kepala keluarga (KK) harus benar-benar keluar dari jerat kemiskinan pada tahun 2026 ini.

Target ambisius itu disampaikan Andi Rahim saat memimpin Rapat Koordinasi Tim Penanggulangan Kemiskinan (TPKP) di Aula Lagaligo Kantor Bupati Luwu Utara, Jumat (13/03/2026). Kepada jajarannya, ia menekankan bahwa penurunan angka statistik tidak berarti apa-apa jika tak dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Angka boleh turun, tapi kalau di lapangan masih banyak warga kita yang kesulitan memenuhi kebutuhan dasar, berarti kita belum bekerja maksimal," tegasnya di hadapan para pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), kemiskinan di Luwu Utara memang menunjukkan tren menggembirakan. Dari 13,59 persen pada tahun 2021, angkanya terus merosot menjadi 11,24 persen di 2024, dan kembali turun ke level 10,74 persen pada tahun 2025. Namun, bagi Andi Rahim, perjuangan masih panjang.

"Kemiskinan bukan urusan satu OPD. Ini tanggung jawab kita semua. Harus ada kerja gotong royong yang sungguh-sungguh," ujar politisi yang akrab disapa AAR ini.

Untuk mencapai target 500 KK bebas kemiskinan, pemerintah daerah menyiapkan sejumlah strategi. Pemberdayaan ekonomi masyarakat, penguatan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM), pengembangan koperasi, hingga bantuan usaha yang tepat sasaran menjadi senjata utama.

Namun, Andi Rahim mengingatkan satu hal krusial: akurasi data. Menurutnya, program sehebat apa pun akan gagal jika salah sasaran. Ia meminta agar pendataan dilakukan secara jemput bola dan detail.

"Saya minta datanya jelas. Jangan hanya angka. Siapa orangnya? Di mana alamatnya? Apa pekerjaannya? Bagaimana kondisi keluarganya? Dengan data yang presisi, intervensi kita akan tepat sasaran dan uang negara tidak terbuang sia-sia," tegasnya.

Rapat koordinasi ini menjadi ajang penyelarasan visi seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah Kabupaten Luwu Utara berharap, melalui sinergi lintas sektor yang kuat, angka kemiskinan tidak hanya turun di atas kertas, tetapi benar-benar menghapus beban hidup ribuan warganya.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Andi Abdullah Rahim #Bupati Andi Abdullah Rahim