MAKASSAR. BUKAMATANEWS - Di tengah kekhawatiran masyarakat akan potensi kenaikan harga BBM akibat memanasnya konflik global antara Amerika Serikat-Israel melawan Iran, DPC PDI Perjuangan Kota Makassar memilih hadir dengan aksi nyata. Ratusan pengemudi ojek online (ojol), bajaj, dan bentor di Kota Makassar tersenyum lebar setelah mendapatkan voucher BBM gratis, Jumat (13/3/2026).
Bukan sekadar bagi-bagi takjil biasa, kegiatan yang berlangsung di depan SPBU Jalan Opu Daeng Siraju (Cendrawasih) ini menjadi bukti kepedulian partai terhadap pekerja sektor informal yang setiap harinya bergantung pada kendaraan bermotor untuk menyambung hidup.
450 Voucher Ludes Kurang dari Satu Jam
Antusiasme warga begitu tinggi. Usai menunaikan salat Jumat, puluhan pengemudi langsung berdatangan ke lokasi pembagian. Dalam waktu kurang dari satu jam, sebanyak 450 voucher BBM gratis habis dibagikan. Setiap voucher dapat ditukarkan dengan BBM jenis Pertalite sebanyak 2,5 liter atau senilai Rp25.000.
Salah seorang penerima, Agus, pengemudi ojek online dari aplikasi Grab, mengaku sangat terbantu. Pasalnya, penghasilannya hari itu belum cukup untuk membeli BBM.
"Saya baru dapat dua orderan kecil hari ini. Voucher ini sangat membantu, terima kasih PDI Perjuangan," ujarnya dengan wajah sumringah.
Hal serupa disampaikan Kahar Dg. Naba, pengemudi ShopeeFood. Ia berharap kegiatan sosial seperti ini bisa lebih sering dilakukan.
"Dengan voucher ini, kami tidak pusing lagi untuk mengisi BBM hari ini. Jujur, PDI Perjuangan memang sering turun membantu masyarakat, seperti bagi sembako dan lainnya," katanya.
Bukan Sekadar Takjil, tapi BBM untuk Kebutuhan Pokok
Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Makassar, A. Suhada Sappaile, yang turun langsung ke lokasi didampingi Sekretaris DPC William serta sejumlah pengurus DPC dan PAC Mariso, menjelaskan bahwa program ini adalah bentuk inovasi amaliyah Ramadan partai.
"Biasanya kami rutin bagi takjil. Tapi kali ini, kami ingin menghadirkan sesuatu yang lebih bermanfaat langsung, terutama bagi para pekerja transportasi kecil yang sangat terdampak jika harga BBM naik," jelas Suhada.
Ia menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan instruksi partai agar kader dan struktur selalu hadir di tengah masyarakat, terutama dalam situasi ekonomi yang tidak menentu. Suhada juga menyoroti faktor eksternal yang menjadi latar belakang aksi sosial ini.
"Ini bentuk keprihatinan kami atas dampak konflik global, seperti invasi AS dan Israel terhadap Iran yang memicu kenaikan harga minyak dunia. Masyaralah kecil yang paling merasakan getahnya," tambah politisi tersebut.
Harapan untuk Pekerja Sektor Informal
Wakil Ketua Bidang Keagamaan DPC PDI Perjuangan Makassar, Supriadi, yang menjadi penanggung jawab kegiatan, berharap bantuan ini bisa meringankan beban warga.
"Kami ingin kehadiran partai dirasakan langsung oleh masyarakat kecil. Apalagi pengemudi ojol, bajaj, dan bentor ini adalah tulang punggung keluarganya. Di tengah kondisi yang tidak baik-baik saja, mereka harus kita rangkul," tutup Supriadi.
Kegiatan ini menjadi salah satu contoh bagaimana partai politik dapat merespons isu global dengan aksi lokal yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.