Redaksi : Rabu, 04 Maret 2026 04:35

BUKAMATANEWS - Mayoritas warga Amerika Serikat menyatakan penolakan terhadap keputusan Presiden Donald Trump yang melancarkan serangan militer terhadap Iran. Hal itu terungkap dalam jajak pendapat terbaru yang dirilis CNN International dan dilakukan oleh lembaga riset SSRS, Rabu (4/3/2026).

Hasil survei menunjukkan 59% responden tidak setuju dengan keputusan awal menyerang Iran, sementara hanya 41% yang menyatakan setuju. Bahkan, penolakan keras (31%) hampir dua kali lipat lebih besar dibanding dukungan kuat (16%).

Keraguan atas Kepemimpinan

Jajak pendapat yang digelar tak lama setelah pecahnya konflik AS-Israel dengan Iran itu juga mencerminkan keraguan publik terhadap arah kebijakan Gedung Putih. Sebanyak 60% responden menilai Trump tidak memiliki rencana yang jelas terkait penggunaan kekuatan militer di Iran.

Tak hanya itu, 62% responden menyatakan presiden seharusnya meminta persetujuan Kongres sebelum melanjutkan aksi militer. Dari sisi diplomasi, hanya 27% yang menilai upaya diplomatik sudah cukup dilakukan sebelum serangan dilancarkan.

Sebaliknya, 39% menilai Washington tidak berusaha maksimal melalui jalur diplomasi, sementara 33% lainnya tidak yakin.

Kekhawatiran Perang Berkepanjangan

Sebanyak 56% warga AS memandang konflik militer jangka panjang dengan Iran setidaknya cukup mungkin terjadi, bahkan 24% menyebutnya sangat mungkin.

Meski 44% responden mendukung upaya menggulingkan pemerintah Iran, mayoritas (56%) menolak langkah tersebut. Dukungan terhadap pengerahan pasukan darat jauh lebih rendah: hanya 12% yang setuju, 60% menolak, dan 28% ragu-ragu.

Menariknya, meskipun dalam survei sebelumnya mayoritas besar warga AS memandang Iran sebagai negara tidak bersahabat, dukungan terhadap aksi militer tetap terbatas. Survei terbaru menunjukkan 54% responden justru menilai Iran akan menjadi ancaman lebih besar akibat serangan ini, sementara hanya 28% percaya ancaman akan berkurang.

Polarisasi Politik Menguat

Dukungan terhadap serangan militer paling kuat datang dari pemilih Partai Republik. Sebanyak 77% pemilih Republik menyatakan setuju dengan aksi militer tersebut, dibandingkan 32% independen dan hanya 18% Demokrat.

Sebanyak 83% pemilih Republik percaya Trump memiliki rencana yang jelas, kontras dengan mayoritas independen (70%) dan Demokrat (88%) yang meragukannya.

Di internal Partai Republik pun muncul perbedaan sikap antara pendukung gerakan Make America Great Again (MAGA) dan non-MAGA. Kelompok MAGA tercatat jauh lebih solid mendukung langkah militer dan menunjukkan tingkat kepercayaan tinggi terhadap keputusan presiden.

Namun secara keseluruhan, mayoritas publik di hampir semua kelompok demografis—baik pria maupun wanita, lintas ras dan kelompok usia—menyatakan ketidaksetujuan terhadap aksi militer ke Iran.

Temuan ini memperlihatkan bahwa di tengah memanasnya konflik global, dukungan domestik terhadap kebijakan luar negeri Gedung Putih masih jauh dari solid.