Redaksi
Redaksi

Sabtu, 28 Februari 2026 17:32

Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei
Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei

Iran Diguncang Serangan Israel–AS, Khamenei Dipindahkan ke Lokasi Rahasia

Serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat mengguncang Iran, ledakan terdengar di Teheran dan sejumlah kota lain. Ayatollah Ali Khamenei dilaporkan dipindahkan ke lokasi aman, sementara Israel menutup wilayah udara dan sekolah di tengah eskalasi konflik.

BUKAMATANEWS - Situasi di Iran memanas menyusul serangan militer gabungan Israel dan Amerika Serikat pada Sabtu (28/2/2026). Di tengah rentetan ledakan yang mengguncang sejumlah kota, laporan menyebut Pemimpin Tertinggi Iran, Ali Khamenei, telah dipindahkan dari Teheran ke lokasi yang dirahasiakan demi alasan keamanan.

Informasi tersebut dikutip oleh Reuters dari seorang pejabat yang enggan disebutkan namanya. Disebutkan bahwa Khamenei tidak berada di ibu kota saat serangan berlangsung.

Sementara itu, kantor berita resmi Iran, IRNA, melaporkan bahwa Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, dalam kondisi baik dan sehat.

Direktur biro Al Jazeera di Iran, Nuruddin Al-Daghir, menyebut serangan tersebut diduga menargetkan para pemimpin politik sebagai bagian dari upaya mengguncang struktur kekuasaan Iran.

Media Iran melaporkan ledakan terdengar di ibu kota Teheran, serta di beberapa kota lain seperti Qom, Isfahan, Kermanshah, dan Karaj. Bahkan, laporan lanjutan menyebutkan ledakan tambahan kembali terdengar di Isfahan.

Kantor berita Mehr juga melaporkan gangguan layanan seluler di beberapa wilayah Teheran, menandakan dampak langsung terhadap infrastruktur komunikasi.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, secara terbuka mengumumkan dimulainya operasi militer berskala besar terhadap Iran. Ia menyatakan bahwa tujuan operasi tersebut adalah melindungi rakyat Amerika dan mencegah Iran memiliki senjata nuklir.

“Rezim Iran tidak boleh memiliki senjata nuklir,” tegas Trump dalam pernyataannya.

Menteri Pertahanan Israel menyebut Tel Aviv telah melancarkan gelombang serangan lanjutan. Seorang pejabat AS juga mengonfirmasi keterlibatan pasukan Amerika dalam operasi yang disebut tidak terbatas pada satu serangan saja.

Jaringan berita CNN mengutip dua sumber yang menyebut militer AS berencana melanjutkan serangan selama beberapa hari ke depan. Sementara Radio Militer Israel melaporkan bahwa sebagian target awal mencakup tokoh-tokoh penting, dengan dampaknya masih diverifikasi.

Israel Tutup Wilayah Udara dan Sekolah

Dampak eskalasi langsung terasa di Israel. Pemerintah mengumumkan penutupan sekolah, melarang pertemuan publik, serta mengimbau warga bekerja dari rumah. Sirene peringatan dibunyikan di berbagai wilayah.

Wilayah udara Israel dilaporkan ditutup sepenuhnya. Menteri Transportasi Israel melarang akses ke seluruh bandara hingga pemberitahuan lebih lanjut. Media setempat menyebut sejumlah pesawat sipil asing yang tengah menuju Israel terpaksa kembali ke bandara asal.

Saluran 13 Israel mengutip sumber keamanan yang menyatakan bahwa operasi militer ini merupakan serangan bersama Israel-AS yang telah direncanakan selama beberapa bulan.

Hingga kini, belum ada laporan resmi terkait jumlah korban maupun tingkat kerusakan menyeluruh. Namun dengan eskalasi yang terus berkembang, perhatian dunia tertuju pada potensi konflik yang dapat meluas dan mengguncang stabilitas kawasan secara signifikan.

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Khamenei

Berita Populer