Matangkan Lokasi, Munafri: PSEL di TPA Antang Paling Efisien, Tekan Beban Daerah
02 April 2026 14:22
Melalui Harmoni Imlek & Ramadan, PHI menegaskan bahwa toleransi bukan hanya slogan, melainkan praktik nyata. Di satu ruangan, barongsai dan doa Ramadan berpadu. Di satu meja, beragam latar belakang duduk berdampingan. Sebuah pesan sederhana namun kuat: keberagaman dapat dirayakan bersama, dalam suasana yang saling menghormati dan menguatkan.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Lampu-lampu di Phinisi Ballroom mendadak terasa lebih hangat dari biasanya. Di tengah dekorasi bernuansa merah khas Imlek dan sentuhan Ramadan yang syahdu, Phinisi Hospitality Indonesia menghadirkan satu panggung kebersamaan bertajuk Harmoni Imlek & Ramadan di Hotel Claro Makassar, Rabu (25/2/2026).

Bukan sekadar seremoni, acara ini menjadi ruang temu dua perayaan besar yang tahun ini hadir nyaris beriringan. Imlek 2577 Kongzili dan Ramadan hanya terpaut sehari—sebuah momentum langka yang oleh PHI dirangkai dalam suasana penuh toleransi dan kepedulian sosial.
Sekitar seribu tamu undangan memadati ballroom. Yang membuat suasana semakin bermakna, hadir pula 200 anak panti asuhan dari lima lembaga di Makassar: Panti Asuhan Guppi, Al Muhaimin, Kabiiru, Wahhab, dan Fahmi. Mereka bukan sekadar tamu, melainkan pusat kebahagiaan dalam acara tersebut.

Senyum anak-anak itu merekah saat jajaran manajemen PHI membagikan angpao sebelum acara dimulai. Gelak tawa dan wajah sumringah mereka menjadi potret nyata bahwa harmoni tak hanya diucapkan, tetapi dirasakan.
Pertunjukan barongsai membuka malam dengan enerjik. Gerakan lincah dan irama tabuhan yang dinamis membuat anak-anak terpukau. Setelah semarak budaya, suasana bertransformasi menjadi khidmat lewat tausiyah Ramadan yang disampaikan Ustadz H. Amin Hamdat. Puncaknya, seluruh tamu larut dalam kebersamaan saat berbuka puasa.
Direktur Utama PHI, Anggiat Sinaga, menyebut kedekatan waktu Imlek dan Ramadan sebagai simbol kuat tentang harmoni dalam keberagaman.
“Ramadan dan Imlek hanya beda satu hari. Maka kami ingin memadukan keduanya dalam satu ruang kebersamaan,” ujarnya.
Menurutnya, perbedaan bukanlah garis pemisah, melainkan warna yang memperkaya kehidupan bersama. “Jangan jadikan perbedaan sebagai sumber konflik. Justru di situlah letak keharmonisan,” tegasnya.
Tahun Baru Imlek 2577 yang menandai Tahun Kuda Api juga dimaknai sebagai simbol energi dan kebangkitan. Komisaris Utama PHI, Wilianto Tanta, mengibaratkan kuda sebagai lambang kekuatan dan semangat melaju ke depan.
“Kuda itu kuat dan larinya kencang. Semoga ini menjadi energi untuk bersatu dan bergerak lebih solid. Tahun ini terasa istimewa karena Imlek bertemu Ramadan,” katanya.
Apresiasi turut datang dari Bendahara Umum Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan, Ir. H. Andi Thaswin Abdullah. Ia menilai kegiatan tersebut menunjukkan wajah industri perhotelan yang tak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi juga memberi dampak sosial.
“Ini menyatukan kita sekaligus menegaskan bahwa sektor hospitality juga punya peran sosial di tengah masyarakat,” ujarnya.
Melalui Harmoni Imlek & Ramadan, PHI menegaskan bahwa toleransi bukan hanya slogan, melainkan praktik nyata. Di satu ruangan, barongsai dan doa Ramadan berpadu. Di satu meja, beragam latar belakang duduk berdampingan. Sebuah pesan sederhana namun kuat: keberagaman dapat dirayakan bersama, dalam suasana yang saling menghormati dan menguatkan.
02 April 2026 14:22
02 April 2026 14:03
02 April 2026 11:56
02 April 2026 09:30
02 April 2026 11:10
02 April 2026 11:56
02 April 2026 11:04
02 April 2026 11:25