MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Sulsel merilis pertumbuhan ekonomi Sulsel yang tumbuh di angka 5,99 persen pada Triwulan IV Tahun 2025. Angka ini meningkat dibandingkan Triwulan III, yang berada di angka 5,01 persen.
"Ekonomi Sulsel tumbuh 5,99 persen, dan berada di peringkat 10 Nasional," ungkap Kepala Perwakilan BI Sulsel, Rizki Ernadi Wimanda, pada Bincang Bareng Media yang digelar di House of Rewako, Makassar, Jumat, 20 Februari 2026.
Rizki menjelaskan, berdasarkan komponen pengeluaran, pertumbuhan terutama didorong konsumsi rumah tangga dan PMTB. Dari sisi lapangan usaha, perekonomian Sulsel Triwulan IV ditopang oleh lapangan usaha Pertanian, Konstruksi, Perdagangan, dan Industri Pengolahan.
"Lapangan usaha Pertambangan tumbuh lebih rendah," imbuhnya.
Terkait inflasi, Kepala BI memaparkan, pada Januari 2026, Sulsel mencatatkan inflasi 0,47 persen (mtm dan ytd), melandai dari realisasi Desember 2025, yang sebesar 0,49 persen (mtm).
"Dengan perkembangan tersebut, laju inflasi tahunan Sulsel tercatat 4,11 persen (yoy), lebih tinggi dibandingkan nasional yang mencatatkan inflasi 3,55 persen (yoy)," ungkapnya.
Ia menambahkan, inflasi di Sulsel terutama dipicu oleh harga emas yang tinggi, sementara tujuh dari 10 penyumbang utama inflasi berasal dari tekanan harga ikan segar akibat kondisi cuaca yang kurang kondusif.
"Tekanan inflasi yang lebih tinggi tertahan oleh komoditas pangan, khususnya aneka cabe dan bawang merah, sejalan dengan kondisi pasokan yang tetap terjaga di tengah normalisasi permintaan pasca HKBN - Nataru," pungkasnya. (*)
BERITA TERKAIT
-
Enam Sektor Ini Jadi Kunci Tumbuhnya Ekonomi Luwu Utara di Angka 6,17 Persen
-
BI Kolaborasi Trend Hijab 2026 Hadirkan Pekan Ekonomi Syariah
-
BI Sulsel Cetak Agen Literasi Ekonomi Syariah Melalui ToT dan Lomba Dakwah
-
Penuhi Kebutuhan Rupiah Masyarakat, BI Sulsel Kembali Gelar SERAMBI 2026
-
Perkuat Ekosistem Halal, Pekan Ekonomi Syariah 2026 Gelar Pelatihan dan Uji Kompetensi JULEHA