Redaksi
Redaksi

Jumat, 20 Februari 2026 10:56

Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, dan Wakil Bupati, Jumail Mappile
Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, dan Wakil Bupati, Jumail Mappile

Jejak Kepemimpinan Andi Abdullah Rahim-Jumail Mappile: Membangun dari Pinggiran, Menggerakkan Ekonomi Lewat Infrastruktur

"Setahun kepemimpinan Bupati Andi Abdullah Rahim-Wabup Jumail Mappile di Luwu Utara: sukses merealisasikan pembangunan infrastruktur jalan dengan 80,96% anggaran dari APBN. Simak strategi jemput bola yang mengubah wajah daerah 3T."

LUTRA, BUKAMATANEWS - Setahun sudah kepemimpinan Bupati Luwu Utara, Andi Abdullah Rahim, dan Wakil Bupati, Jumail Mappile, berjalan. Di tengah tantangan geografis yang tidak mudah, pasangan ini memilih memulai langkah pembangunan dari wilayah-wilayah yang selama ini nyaris tak tersentuh: daerah terluar, terpencil, dan tertinggal (3T) seperti Rongkong, Seko, dan Rampi.

Bukan tanpa alasan. Tiga wilayah pegunungan tersebut selama ini menjadi kantong kemiskinan terbesar di Bumi La Maranginang. Berdasarkan data BPS, kontribusinya terhadap angka kemiskinan mencapai 61,36 persen. Maka, membuka akses jalan ke sana adalah strategi utama untuk memutus rantai keterisolasian sekaligus menggerakkan roda ekonomi masyarakat.

Yang menarik, pembangunan infrastruktur ini tidak hanya mengandalkan kekuatan APBD yang terbatas. Lewat pendekatan yang disebut sebagai "jemput bola", Bupati aktif melakukan koordinasi dan konsolidasi ke sejumlah kementerian di pusat. Hasilnya, Luwu Utara berhasil mengamankan porsi signifikan dari APBN, termasuk melalui skema Inpres Jalan Daerah (IJD) dan DAK.

Dalam setahun terakhir, realisasi anggaran infrastruktur jalan di daerah ini mencapai Rp193,48 miliar. Sebanyak 80,96 persen atau sekitar Rp156,65 miliar di antaranya berasal dari APBN. Sisanya ditopang oleh APBD Luwu Utara (18,61%) dan APBD Sulsel (0,42%). Komposisi ini menunjukkan adanya sinergi yang kuat antara pemerintah daerah dan pusat dalam membangun Luwu Utara.

Keberhasilan ini sekaligus menjawab skeptisisme yang sempat berkembang. Bahwa perjalanan dinas yang dilakukan bukan sekadar rutinitas atau "SPPD wisata", melainkan bagian dari upaya serius membangun jaringan dan memperjuangkan anggaran demi kepentingan masyarakat. Bupati membuktikan bahwa kerja keras dan pendekatan strategis bisa membuahkan hasil nyata.

Dengan dominannya pendanaan dari APBN, beban fiskal daerah pun menjadi lebih ringan. Ruang fiskal yang tersisa bisa dialokasikan untuk sektor pelayanan dasar lain seperti pendidikan dan kesehatan. Ini menjadi strategi efisiensi sekaligus pemerataan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan warga.

Kini, akses jalan antar kecamatan yang dulunya sulit dilalui mulai menunjukkan perubahan. Transformasi ini tidak hanya memudahkan mobilitas warga dan distribusi logistik, tetapi juga membuka peluang ekonomi baru di wilayah yang sebelumnya tertinggal.

Keberhasilan di tahun pertama ini menjadi fondasi penting bagi pemerintahan Andi Abdullah Rahim-Jumail Mappile untuk melangkah ke depan. Dengan konektivitas yang semakin terbangun, Luwu Utara perlahan bertransformasi: dari daerah dengan tantangan geografis terberat, menuju wilayah yang lebih terhubung, berdaya saing, dan inklusif secara ekonomi.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Andi Abdullah Rahim #Pemkab Lutra