MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Menjelang datangnya bulan suci Ramadan, suasana di sejumlah tempat pemakaman umum dipadati warga yang hendak berziarah. Tradisi ini telah lama menjadi kebiasaan masyarakat untuk menyambut bulan puasa.
Selain mendoakan keluarga atau kerabat yang telah wafat, ziarah kubur juga dimaknai sebagai bentuk persiapan batin sebelum memasuki bulan penuh berkah.
Di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Panaikang, Makassar, para peziarah tampak membersihkan makam dan menaburkan bunga. Beberapa keluarga datang bersama anak-anak mereka. Suasana terlihat khidmat, meski sesekali terdengar percakapan ringan antaranggota keluarga yang melepas rindu.
Salah seorang peziarah, Andi Rahmat (35), mengatakan bahwa dirinya selalu menyempatkan waktu untuk berziarah menjelang Ramadan. "Setiap tahun sebelum puasa, saya pasti datang ke makam orang tua. Rasanya belum lengkap kalau belum berdoa di sini," ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa ziarah kubur menjadi pengingat akan kematian dan pentingnya memperbaiki diri. Andi menambahkan bahwa tradisi tersebut sudah diajarkan orang tuanya sejak kecil sehingga kini menjadi kebiasaan yang terus dijaga.
Selain Andi, Nur Aisyah (42) turut mengunjungi makam keluarganya bersama anak-anaknya. Ia mengaku sengaja mengajak mereka agar mengenal makam kakek-neneknya. "Saya ingin anak-anak tahu asal-usul keluarganya dan belajar mendoakan yang sudah tiada," katanya.
Nur Aisyah menuturkan bahwa suasana menjelang Ramadan selalu membawa rasa haru. Ia menyampaikan bahwa ada perasaan rindu yang sulit dijelaskan ketika berada di pusara keluarga. Menurutnya, momen tersebut sekaligus menjadi waktu yang tepat untuk introspeksi diri sebelum menjalani ibadah puasa.
Sementara itu, seorang tokoh agama setempat, Ustaz Ridwan, menjelaskan bahwa ziarah kubur diperbolehkan selama tidak disertai hal-hal yang bertentangan dengan ajaran agama. "Ziarah itu untuk mengingat kematian dan mendoakan yang telah wafat, bukan untuk meminta kepada selain Allah," tegasnya.
Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak berlebihan dalam pelaksanaannya. Menurutnya, yang terpenting adalah doa yang tulus dan niat untuk memperbaiki diri. Ia menambahkan bahwa menjelang Ramadan merupakan waktu yang baik untuk memperbanyak ibadah dan mempererat silaturahmi keluarga.
Dengan semakin dekatnya awal bulan puasa, aktivitas ziarah kubur diperkirakan akan terus meningkat. Tradisi ini tidak hanya menjadi agenda tahunan, tetapi juga sarana refleksi dan penguatan nilai-nilai spiritual dalam menyambut Ramadhan dengan hati yang lebih bersih dan siap beribadah. (*)
Penulis: Muhammad Raihan
BERITA TERKAIT
-
Rezeki Musiman di Tengah Sakralnya Lebaran
-
Sasar Masyarakat Kurang Mampu, BRI Makassar Berbagi Bahagia di Bulan Ramadan
-
Bupati Uji Nurdin Buka Puasa Bersama Tokoh Masyarakat se-Kabupaten Bantaeng
-
Ngabuburit Seru di Harper, Kepala BNN hingga Kadis Kominfo Makassar Adu Masak
-
Satuan Brimob Polda Sulsel Bagikan 1.000 Paket Ramadan untuk Anak Yatim