MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Suasana kebersamaan terasa begitu kuat dalam gelaran Market Day 08 di lingkungan RW 014, Kelurahan Kassi-Kassi. Mengusung tema “Tumbuh Bersama: Dari Warga, Untuk Warga,” kegiatan ini menjadi momentum kebangkitan ekonomi lokal sekaligus ajang mempererat silaturahmi antarwarga.
Ketua RT 08, Arif, menyampaikan rasa syukurnya atas antusiasme warga yang tinggi.
“Alhamdulillah, tenant yang mendaftar mencapai sekitar 20 tenant. Omzet transaksi penjualan pada Market Day 08 ini mencapai kurang lebih Rp10 juta,” ungkap Arif.
Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa semangat gotong royong dan dukungan antarwarga mampu memberikan dampak nyata bagi perputaran ekonomi di lingkungan sekitar.
Ruang Tumbuh bagi UMKM Lokal
Market Day 08 menjadi wadah strategis bagi pelaku UMKM di lingkungan RT 08 untuk berkembang. Beragam produk turut meramaikan acara, mulai dari makanan dan minuman, aneka camilan, mainan anak, kerajinan tangan, hingga pakaian.
Tak sekadar tempat jual beli, kegiatan ini juga menjadi ruang promosi, kolaborasi, dan belajar bagi para pelaku usaha kecil. Interaksi langsung antara penjual dan pembeli menciptakan kedekatan emosional yang memperkuat solidaritas sosial di tengah masyarakat.
Apresiasi dari Pengunjung
Salah satu pengunjung, Hj. Andi Nurhidayati Zainuddin, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini.
“Market Day 08 luar biasa. Kegiatan ini mampu menghimpun potensi UMKM berbasis kompleks dan menghidupkan ekonomi warga. Terima kasih kepada pengurus RT 08 selaku penyelenggara,” tuturnya.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus berlangsung secara rutin sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi komunitas yang berkelanjutan.
Komitmen untuk Terus Melanjutkan
Keberhasilan Market Day 08 menjadi motivasi bagi pengurus RT 08 untuk terus menghadirkan program-program yang produktif dan inovatif. Dengan semangat “Dari Warga, Untuk Warga,” kegiatan ini diharapkan tidak hanya memperkuat kemandirian ekonomi warga, tetapi juga merekatkan hubungan sosial di lingkungan.
Market Day 08 bukan sekadar bazar biasa. Ia adalah simbol kebersamaan dan langkah nyata membangun kemandirian ekonomi secara kolektif dari tingkat komunitas.