Redaksi : Senin, 09 Februari 2026 08:40
Praktisi komunikasi Andi Widya Syadwina hadir bincang-bincang pada program podcast Kopi Tumpah bukamatanews

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Momentum peringatan Hari Pers Nasional menjadi pengingat pentingnya kolaborasi antara media mainstream, media sosial, dan pemerintah dalam menghadirkan informasi yang edukatif, akurat, dan kredibel bagi masyarakat. Hal tersebut disampaikan praktisi komunikasi Andi Widya Syadwina dalam program bincang-bincang Kopi Tumpah.

Menurut Andi Widya Syadwina, media mainstream dan media sosial tidak seharusnya dipandang sebagai dua kutub yang saling berseberangan. Sebaliknya, keduanya memiliki peran yang saling melengkapi dalam ekosistem informasi publik.

“Media mainstream tetap memegang peran krusial sebagai pilar kepercayaan publik karena bekerja dengan standar jurnalistik yang ketat, berada di bawah pengawasan Dewan Pers, serta mengedepankan verifikasi dan prinsip cover both sides,” ujarnya.

Kecepatan dan Kredibilitas

Ia menjelaskan, media sosial memiliki keunggulan dalam hal kecepatan dan interaksi langsung dengan masyarakat. Namun, keunggulan tersebut juga menyimpan risiko, terutama terkait penyebaran informasi yang belum terverifikasi atau hoaks.

“Kalau ingin mencari informasi yang kredibel dan bisa dipercaya, rujukannya tetap media mainstream,” kata Wina. Ia mendorong agar akun-akun informasi di media sosial menjadikan media arus utama sebagai sumber rujukan agar informasi yang disebarkan memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.

Pemerintah dan Media sebagai Mitra

Dalam konteks hubungan pemerintah dan media, Wina menegaskan bahwa pemerintah tidak perlu bersikap anti atau alergi terhadap media. Menurutnya, media dan pemerintah merupakan mitra yang memiliki kedudukan sejajar.

“Melalui media, pemerintah dapat menyampaikan program dan kebijakan secara transparan kepada masyarakat. Komunikasi yang baik juga akan membantu membangun reputasi pemerintah secara positif,” jelasnya.

Sebagai contoh di Kota Makassar, Wina menyoroti peran Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) yang dinilai cukup responsif dalam menindaklanjuti keluhan warga di media sosial dengan mengoordinasikannya langsung ke dinas terkait. Selain itu, kehadiran aplikasi Lontara Plus menjadi kanal resmi pengaduan masyarakat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada akun-akun informasi tidak resmi.

Menutup perbincangan, Wina berharap peringatan Hari Pers Nasional dapat menjadi momentum memperkuat sinergi antara pemerintah, media mainstream, dan media sosial, demi menciptakan ruang digital yang sehat, informatif, dan bebas dari disinformasi.