Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Jumat, 06 Februari 2026 10:17

Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Pa’baeng-baeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 6 Februari 2026.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Pa’baeng-baeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 6 Februari 2026.

Kunjungi Pasar Tradisional Pa'baeng-baeng, Menko Zulkifli Hasan: Harga Pangan di Makassar Lebih Murah Dibanding Rata-rata Nasional

Zulkifli Hasan memastikan harga dan stok pangan di Makassar dalam kondisi aman menjelang Ramadan. Ia menyebut stok beras yang dikuasai Bulog Sulawesi Selatan saat ini mencapai sekitar 500 ribu ton.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, meninjau harga kebutuhan pokok di Pasar Tradisional Pa’baeng-baeng, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Jumat, 6 Februari 2026. Kunjungan tersebut dilakukan untuk memastikan stabilitas harga dan ketersediaan pangan menjelang bulan suci Ramadan.

Usai berkeliling pasar dan berdialog dengan pedagang, Zulkifli Hasan yang akrab disapa Zulhas menyebut harga sejumlah komoditas pangan di Makassar lebih murah dibandingkan rata-rata nasional. Salah satu komoditas yang disorot adalah cabai keriting besar yang dijual dengan harga Rp20 ribu per kilogram.

"Stabil. Yang murah sekali di sini cabai. Cabai keriting besar tadi sudah kita lihat bersama, harganya Rp 20 ribu," ujar Zulhas kepada awak media.

Meski demikian, ia mengakui harga cabai rawit masih tergolong mahal. Di Pasar Pa’baeng-baeng, harga cabai rawit mencapai Rp 50 ribu per kilogram.

"Kemudian cabai rawit yang agak mahal. Mahal juga Rp 50 ribu," katanya.

Selain cabai, Zulhas juga menyinggung harga ayam yang masih berada di Harga Eceran Tertinggi (HET) sebesar Rp 33 ribu per kilogram. Menurutnya, harga ayam di Pulau Jawa bahkan sudah mencapai Rp 36 ribu per kilogram.

Tak hanya itu, harga telur ayam ras di Makassar juga disebut lebih murah dibandingkan daerah lain. Ia menyebut harga telur di pasar tersebut sekitar Rp 55 ribu untuk dua kilogram atau Rp 27.500 per kilogram.

“Telur tadi dua kilogram Rp 55 ribu. Padahal di Jawa rata-rata Rp 29 ribu sampai Rp 30 ribu per kilogram,” jelasnya.

Zulhas menduga murahnya harga telur di Makassar berkaitan dengan pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang lebih banyak menggunakan ikan sebagai sumber protein.

"Mungkin di sini makan bergizinya pakai ikan. Karena kalau pakai telur, harganya bisa naik. Jadi di sini masih di bawah rata-rata nasional," tuturnya.

Zulkifli Hasan memastikan harga dan stok pangan di Makassar dalam kondisi aman menjelang Ramadan. Ia menyebut stok beras yang dikuasai Bulog Sulawesi Selatan saat ini mencapai sekitar 500 ribu ton.

"Harga beras stabil menjelang Ramadan. Stok beras ada sekitar 500 ribu ton," pungkasnya. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan #Harga pangan jelang Ramadan #Pasar Pabaeng-baeng