Redaksi : Rabu, 04 Februari 2026 18:51

JAKARTA, BUKAMATANEWS— Kabar duka datang dari keluarga besar mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri) Jenderal (Purn) Hoegeng Iman Santoso. Istri almarhum, Meriyati Hoegeng, meninggal dunia pada Selasa (3/2/2026) siang.

Kabar wafatnya Meriyati Hoegeng dibenarkan oleh mantan Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan (Kalemdiklat) Polri, Komisaris Jenderal Polisi Chryshnanda Dwilaksana. Dalam pesan duka yang beredar, almarhumah mengembuskan napas terakhir pada pukul 13.24 WIB setelah menjalani perawatan akibat sakit.

Meriyati Hoegeng wafat dalam usia 100 tahun. Rumah duka beralamat di Perumahan Pesona Khayangan Estate DG–DH 1 RT 003/028, Kelurahan Mekarjaya, Depok, Jawa Barat.

Semasa hidupnya, Meriyati Hoegeng dikenal luas sebagai pendamping setia Jenderal Hoegeng Iman Santoso, Kapolri periode 1968–1971 yang dikenang sebagai sosok polisi jujur dan berintegritas tinggi. Almarhumah juga dikenal memiliki peran penting dalam menjaga nilai-nilai keteladanan yang diwariskan sang suami kepada institusi Polri.

Ucapan belasungkawa mengalir dari berbagai kalangan. Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Wakapolri Komjen Polisi Dedi Prasetyo hadir langsung ke rumah duka di Depok pada Rabu (4/2/2026) malam untuk memberikan penghormatan terakhir.

Kapolri tiba sekitar pukul 22.45 WIB dan menghabiskan waktu kurang lebih 30 menit untuk berbincang dengan keluarga besar almarhumah. Kepada awak media, Listyo menyampaikan duka cita mendalam atas berpulangnya Meriyati Hoegeng.

Ia mengaku memiliki hubungan yang dekat dengan almarhumah semasa hidupnya. Menurut Listyo, sosok Meriyati Hoegeng bukan hanya istri dari pendahulunya, tetapi juga figur ibu sekaligus mentor spiritual bagi banyak anggota Polri.

Almarhumah dikenal sebagai penjaga nilai-nilai integritas dan kejujuran yang diwariskan oleh Jenderal Hoegeng Iman Santoso. Bahkan sebelum wafat, Meriyati Hoegeng sempat berpesan agar institusi Polri terus menjaga integritas, kejujuran, dan martabat dalam menjalankan tugas.

Pesan tersebut, kata Listyo, menjadi pengingat penting bagi seluruh jajaran Polri untuk tetap konsisten menegakkan nilai-nilai luhur dalam pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.

TAG

BERITA TERKAIT