Dewi Yuliani : Sabtu, 31 Januari 2026 17:09
Direktur Hasanuddin CONTACT, Prof Ridwan Amiruddin, menghadiri Tobacco Control Grantee Meeting, yang digelar di Jakarta, 27 - 28 Januari 2026.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Direktur Hasanuddin CONTACT, Prof Ridwan Amiruddin, menghadiri Tobacco Control Grantee Meeting, yang digelar di Jakarta, 27 - 28 Januari 2026. Hasanuddin CONTACT merupakan lembaga pengendalian tembakau yang berada dibawah Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin.

Rapat bersama dengan lembaga pengendalian tembakau yang ada di Indonesia ini dihadiri oleh organisasi pengendalian tembakau, akademisi, dan perwakilan Kementerian Kesehatan. Pertemuan ini bertujuan untuk meninjau kemajuan pengendalian tembakau di Indonesia hingga tahun 2025, menyusun target strategis yang realistis untuk dicapai pada tahun 2026 di tingkat nasional dan sub nasional, serta mengidentifikasi peluang, tantangan, dan langkah mitigasi untuk mempercepat pengendalian tembakau di Indonesia.

Sejumlah tokoh penting turut menghadiri Tobacco Control Grantee Meeting ini. Antara lain Kelly Larson dari Bloomberg Philanthropies, Bima Arya selaku Wakil Menteri Dalam Negeri, serta Budi Gunadi Sadikin, Menteri Kesehatan Republik Indonesia. Pertemuan ini juga dihadiri oleh berbagai mitra pengendalian tembakau terkemuka dunia seperti Bloomberg Philanthropies, Campaign for Tobacco-Free Kids (CTFK), World Health Organization (WHO), Johns Hopkins Bloomberg School of Public Health (JHBSPH), Vital Strategies (VS), University of Illinois at Chicago (UIC), CDC Foundation, serta South Asia Tobacco Control Alliance (SEATCA).

Hasanuddin CONTACT sendiri merupakan lembaga yang berada di bawah naungan Vital Strategies (VS) dan selama ini aktif berkontribusi dalam upaya pencegahan penyakit tidak menular serta pengendalian konsumsi tembakau, khususnya di Indonesia.

Kehadiran Direktur Hasanuddin CONTACT dalam forum ini menegaskan komitmen institusi tersebut untuk terlibat aktif dalam penguatan kebijakan berbasis bukti, memperluas kolaborasi lintas sektor, serta mendorong percepatan pencapaian target pengendalian tembakau demi melindungi kesehatan masyarakat.

"Melalui forum ini, diharapkan terbangun sinergi yang lebih kuat antar mitra nasional dan internasional guna menghadapi tantangan industri tembakau serta memperkuat implementasi kebijakan pengendalian tembakau yang berkelanjutan di Indonesia," kata Prof Ridwan. (*)