Redaksi : Kamis, 29 Januari 2026 21:05

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Pasca gelombang aksi unjuk rasa yang mengguncang kawasan Luwu Raya, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membuka ruang dialog. Gubernur Sulawesi Selatan Andi Sudirman Sulaiman menggelar pertemuan tertutup bersama tokoh masyarakat dan perwakilan mahasiswa se-Luwu Raya, Kamis (29/1/2026) malam.

Pertemuan yang berlangsung di Baruga Asta Cita, Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Jalan Sungai Tangka, Kecamatan Ujung Pandang, Makassar, ini menjadi upaya merespons langsung aspirasi yang menguat dalam beberapa hari terakhir, khususnya tuntutan pembentukan Provinsi Luwu Raya.

Sejumlah kepala daerah dari wilayah Luwu Raya tampak hadir memenuhi undangan gubernur. Wali Kota Palopo Naili Trisal tercatat sebagai kepala daerah pertama yang tiba di lokasi, disusul Bupati Luwu Patahudding, Bupati Luwu Timur Irwan Bahri Syam, dan Bupati Luwu Utara Andi Abdullah Rahim.

Pertemuan ini digelar menyusul rangkaian aksi demonstrasi mahasiswa dan masyarakat yang sempat berujung pada pemblokiran sejumlah ruas jalan utama penghubung kabupaten dan kota di kawasan Luwu Raya. Situasi tersebut memicu perhatian luas dan mendorong pemerintah provinsi mengambil langkah komunikasi langsung dengan seluruh pemangku kepentingan.

Aspirasi pembentukan Provinsi Luwu Raya sebagai daerah otonomi baru menjadi salah satu pokok pembahasan utama. Isu ini dibicarakan bersama oleh gubernur, para kepala daerah, tokoh masyarakat, serta perwakilan mahasiswa dalam satu forum yang bertujuan meredam ketegangan sekaligus menyerap tuntutan publik.

Bupati Luwu Timur, Irwan Bahri Syam, menyatakan kehadirannya dalam pertemuan tersebut merupakan tindak lanjut dari undangan resmi Gubernur Sulawesi Selatan.

“Saya diundang, jadi kami datang,” ujarnya kepada bukamanews.id sebelum memasuki ruang pertemuan.

Namun terkait substansi dan hasil pembahasan, Irwan belum memberikan keterangan lebih lanjut. Ia menyebutkan seluruh poin pertemuan akan disampaikan setelah agenda selesai.

“Kalau hasil pertemuan, nanti disampaikan setelah acara selesai,” katanya singkat.

Hingga berita ini diturunkan, pertemuan antara Gubernur Sulawesi Selatan, kepala daerah se-Luwu Raya, tokoh masyarakat, dan perwakilan mahasiswa masih berlangsung. Forum dialog tersebut digelar secara tertutup, dengan harapan mampu menjadi jalan tengah bagi aspirasi yang berkembang dan menjaga stabilitas kawasan Luwu Raya ke depan.