MAKASSAR, BUKAMATANEWS— Pemerintah Kota Makassar mulai memperketat pengawasan pengelolaan sampah di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tamangapa, Kecamatan Manggala. Sekretaris Daerah (Sekda) Makassar, Andi Zulkifly, turun langsung ke lokasi pada Selasa (27/1/2026) untuk memastikan operasional TPA tidak menimbulkan dampak pencemaran lingkungan di tengah kondisi TPA yang kian terbebani.
Peninjauan dilakukan untuk melihat kondisi aktual TPA, termasuk pemanfaatan lahan baru yang telah dibuka sebagai area perluasan pembuangan sampah. Andi Zulkifly menegaskan, perluasan lahan harus tetap dibarengi dengan pengelolaan lingkungan yang ketat.
“Kami ingin memastikan pengelolaan sampah berjalan sesuai standar. Yang paling utama adalah tidak ada pelanggaran lingkungan, terutama dari limbah yang berpotensi mencemari,” kata Andi Zulkifly.
Salah satu fokus utama pengawasan adalah pengelolaan air lindi, yakni cairan hasil rembesan sampah yang berisiko mencemari tanah dan badan air jika tidak ditangani dengan baik. Selain itu, Pemkot juga mencatat sejumlah kebutuhan teknis di lapangan yang masih harus dibenahi.
“Kami cek langsung pengelolaan air lindinya, kondisi kolam penampungan, serta apa saja yang masih dibutuhkan oleh petugas TPA,” ujarnya.
Dari hasil peninjauan tersebut, Pemkot Makassar mencatat beberapa pekerjaan mendesak, di antaranya perbaikan sistem penyimpanan air lindi dan pembangunan drainase agar aliran limbah tetap terkendali. Seluruh kebutuhan itu, menurut Andi Zulkifly, telah masuk dalam perencanaan anggaran.
“Perbaikan penyimpanan air lindi sudah kami anggarkan. Drainase juga akan diperbaiki agar limbah tidak keluar dan mencemari lingkungan sekitar,” jelasnya.
Selain itu, Pemkot juga akan melakukan penimbunan sampah dengan tanah sesuai rekomendasi Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), yang akan diikuti dengan penghijauan pada area yang telah ditimbun.
“Ada saran dari kementerian untuk penimbunan menggunakan tanah, lalu dilakukan penghijauan. Semua kami pantau volumenya dan teknis pelaksanaannya,” tambahnya.
Sekda Makassar itu juga menyampaikan arahan Wali Kota Makassar agar seluruh kondisi TPA Tamangapa dievaluasi ulang, termasuk akses jalan menuju area pembuangan yang selama ini kerap dikeluhkan.
“Pak Wali Kota meminta agar semua dicek untuk dibuat perencanaan ulang, termasuk akses jalan menuju TPA,” ungkapnya.
Meski Pemkot telah menyiapkan lahan baru seluas sekitar tiga hektare, Andi Zulkifly menegaskan penambahan lahan bukan solusi jangka panjang atas persoalan sampah yang sudah mengalami overload.
“Kita tidak bisa terus bergantung pada perluasan lahan. Solusi utamanya adalah pengurangan volume sampah dari sumbernya,” tegasnya.
Sebagai langkah strategis jangka panjang, Pemkot Makassar mendorong penerapan Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik (PSEL). Namun, realisasi program tersebut masih memerlukan pembahasan lanjutan di tingkat pimpinan daerah.
“PSEL menjadi salah satu opsi ke depan, tetapi tentu harus dibicarakan tahapan dan kesiapan teknisnya bersama Pak Wali Kota,” katanya.
Sementara itu, Camat Manggala, Andi Eldi, memastikan operasional TPA Tamangapa sejauh ini masih berjalan normal dengan penanganan berkelanjutan sesuai arahan Dinas Lingkungan Hidup dan kementerian terkait.
“Alhamdulillah, pembuangan sampah masih berjalan. Penanganan terus dilakukan, salah satunya dengan menutup sampah menggunakan tanah,” ujarnya.
Ia menekankan pentingnya pengelolaan kolam lindi agar air limbah tidak keluar dari area TPA dan mencemari sungai maupun lingkungan sekitar.
“Kolam lindi ini sangat krusial. Air sampah harus tertampung dan diolah di dalam TPA. Kalau sampai keluar ke sungai, dampaknya bisa serius,” jelas Andi Eldi.
Dalam kunjungan tersebut, rombongan juga meninjau area TPA Bintang Lima serta kolam lindi yang telah tersedia. Menurut Andi Eldi, kondisi TPA menunjukkan perbaikan awal, ditandai dengan penimbunan sampah lama dan mulai tumbuhnya vegetasi di beberapa titik.
“Penanganan awal sudah terlihat. Ada area yang mulai hijau dan kemarin juga mendapat penilaian cukup baik dari kementerian,” katanya.
Namun demikian, persoalan akses jalan menuju TPA masih menjadi perhatian, terutama saat musim hujan. Jalan yang licin dan rusak menyulitkan kendaraan pengangkut sampah.
“Akses jalan memang masih menjadi kendala. Dinas PU sudah turun dan dijadwalkan mulai melakukan perbaikan pada Maret mendatang,” ungkapnya.
Pemkot Makassar sendiri telah melakukan pembebasan lahan seluas sekitar 2 hingga 3 hektare pada akhir 2025 sebagai bagian dari rencana pengembangan TPA. Meski begitu, Andi Eldi menegaskan upaya pengurangan sampah dari hulu tetap menjadi kunci.
“Pemilahan sampah dari sumbernya harus berjalan. Camat dan lurah terus kami dorong untuk mengaktifkan TPS 3R di wilayah masing-masing,” pungkasnya.