Redaksi : Senin, 26 Januari 2026 13:59

JAKARTA,BUKAMATANEWS  – Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri ajang internasional The 8th Asia Pacific Cities Alliance for Health and Development (APCAT) Summit yang digelar di Hotel JW Marriott, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Senin (26/1/2026). Kehadiran Munafri menegaskan posisi Makassar sebagai salah satu kota yang aktif menyuarakan isu kesehatan global, khususnya pengendalian tembakau dan kawasan bebas rokok.

Forum strategis bertema “Together We Bring Health Solutions” ini menjadi wadah penting bagi para pemimpin kota di kawasan Asia Pasifik untuk berbagi gagasan, inovasi, dan praktik terbaik dalam menjawab tantangan pembangunan kesehatan perkotaan.

Wali Kota Makassar yang akrab disapa Appi dijadwalkan menyampaikan materi terkait kebijakan kawasan bebas rokok yang telah dan terus dikembangkan di Kota Makassar. Dalam forum ini, ia turut didampingi Kepala Dinas Kesehatan Kota Makassar dr. Nursaidah Sirajuddin serta Kepala Bagian Protokol Setda Kota Makassar Andi Ardi Rahadian.

“Partisipasi ini menjadi penegasan bahwa Kota Makassar siap mengambil peran aktif dalam percakapan regional dan global terkait solusi kesehatan perkotaan,” singkat Munafri sebelum kegiatan dimulai.

APCAT Summit secara resmi dibuka oleh Wakil Menteri Dalam Negeri Republik Indonesia, Bima Arya Sugiarto, didampingi Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno. Kehadiran jajaran pemerintah pusat tersebut menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam membangun sistem kesehatan yang inklusif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.

Dalam sambutannya, Bima Arya menyoroti kuatnya pengaruh industri tembakau yang dinilai masih menjadi ancaman serius bagi kualitas hidup masyarakat, terutama generasi muda. Ia mengungkapkan bahwa Indonesia saat ini berada di peringkat kelima dunia dengan prevalensi perokok tertinggi, yang mencapai 38,2 persen pada tahun 2026.

“Dampak mematikan rokok bukan lagi sekadar opini, tetapi fakta ilmiah yang tidak terbantahkan,” ujarnya di hadapan para kepala daerah dan delegasi APCAT dari berbagai negara.

Ia juga mengingatkan bahwa strategi promosi industri tembakau kini semakin halus dan subliminal, sehingga pemerintah daerah diminta tetap waspada dan konsisten dalam kebijakan pengendalian tembakau, termasuk tidak tergoda program tanggung jawab sosial perusahaan yang dinilai tidak sebanding dengan beban kesehatan dan sosial yang ditimbulkan.

“Pengendalian tembakau membutuhkan keberanian dan komitmen kuat. Ini bukan hanya soal kebijakan kesehatan, tetapi keberpihakan pada keselamatan dan kualitas hidup warga,” tegas Bima Arya.

Menutup sambutannya, Wamendagri menyampaikan tiga pesan utama bagi keberlanjutan gerakan APCAT, yakni inovasi, co-creation, dan regenerasi. Ketiganya dinilai penting untuk memastikan gerakan kota sehat dan pengendalian tembakau terus relevan dan berkelanjutan.

Melalui keikutsertaan dalam APCAT Summit, Pemerintah Kota Makassar berharap dapat memperkuat jejaring kerja sama lintas kota dan negara, sekaligus membawa praktik baik kebijakan kesehatan global untuk diterapkan secara kontekstual di daerah. 

TAG

BERITA TERKAIT