Redaksi : Minggu, 25 Januari 2026 15:31

BUKAMATANEWS — Jumlah korban meninggal dunia akibat bencana tanah longsor di Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, kembali bertambah. Hingga Minggu (25/1/2026) siang, tim pencarian dan pertolongan gabungan mencatat sebanyak sembilan orang ditemukan meninggal dunia di Desa Pasir Langu, Kecamatan Cisarua.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 12.00 WIB, selain korban meninggal, sebanyak 23 orang dilaporkan selamat. Sementara itu, 81 warga lainnya masih dalam proses pencarian. Total warga terdampak akibat bencana ini mencapai 113 jiwa, meski angka tersebut masih bersifat sementara dan terus diverifikasi di lapangan.

Dari sembilan korban tewas yang telah ditemukan, lima jenazah telah diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara empat korban lainnya masih berada di Posko Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi lanjutan.

Proses pencarian korban terus dilakukan dengan mengerahkan alat berat dan personel gabungan dari berbagai instansi. Namun, kondisi tanah yang masih labil serta cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat menjadi tantangan utama dalam operasi penyelamatan.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bandung Barat bersama tim gabungan juga masih melakukan pendataan lanjutan terhadap rumah warga yang terdampak, serta pemantauan kondisi di lokasi bencana untuk mengantisipasi longsor susulan.

Sebelumnya, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan bahwa longsor terjadi akibat hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah tersebut sejak dini hari. Peristiwa longsor dilaporkan terjadi sekitar pukul 02.30 WIB dan langsung menimbun permukiman warga.

Saat ini, Kabupaten Bandung Barat masih berstatus Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor hingga 30 April 2026. Status siaga darurat bencana hidrometeorologi juga telah ditetapkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Barat untuk periode yang sama.

Pemerintah dan aparat terkait mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di wilayah rawan bencana, agar meningkatkan kewaspadaan dan segera mengungsi apabila terjadi hujan deras dengan durasi panjang.

 

TAG

BERITA TERKAIT