Redaksi : Sabtu, 24 Januari 2026 14:50

BUKAMATANEWS — Bencana tanah longsor melanda wilayah Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat, pada Sabtu (24/1/2026) dini hari. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak tujuh orang meninggal dunia, sementara 82 warga hingga kini masih dalam proses pencarian oleh tim gabungan.

Longsor terjadi sekitar pukul 02.30 WIB di Kecamatan Cisarua, tepatnya di Desa Pasir Langu, Kampung Babakan Cibudah. Hujan dengan intensitas tinggi diduga menjadi pemicu utama pergerakan tanah yang menimbun permukiman warga.

Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari menyampaikan, selain korban meninggal, sebanyak 23 orang berhasil selamat. Bencana ini berdampak terhadap sekitar 34 kepala keluarga atau 113 jiwa, sementara jumlah rumah terdampak masih dalam pendataan petugas di lapangan.

BPBD Kabupaten Bandung Barat bersama unsur TNI, Polri, relawan, dan instansi terkait telah melakukan kaji cepat serta asesmen awal di lokasi kejadian. Upaya pencarian korban dan penanganan darurat terus dilakukan meski terkendala kondisi cuaca dan medan yang sulit.

Saat ini, Kabupaten Bandung Barat masih berstatus Siaga Darurat Bencana Banjir, Banjir Bandang, Cuaca Ekstrem, dan Tanah Longsor. Status tersebut berlaku sejak 1 Oktober 2025 hingga 30 April 2026. Pemerintah Provinsi Jawa Barat juga menetapkan status siaga darurat bencana hidrometeorologi hingga akhir April 2026.

Seiring meningkatnya potensi bencana hidrometeorologi, BNPB telah melaksanakan Operasi Modifikasi Cuaca di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta sejak 12 Januari 2026. Operasi ini dilakukan untuk menekan intensitas curah hujan dengan mengerahkan sejumlah pesawat dan bahan semai.

BNPB mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah rawan longsor agar meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan deras dengan durasi panjang. Warga juga diminta segera melakukan evakuasi mandiri apabila kondisi lingkungan dinilai tidak aman.

 

TAG

BERITA TERKAIT