Redaksi : Jumat, 16 Januari 2026 20:29

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Film drama berlatar dunia penerbangan berjudul Penerbangan Terakhir resmi tayang perdana di bioskop Indonesia sejak 15 Januari 2026. Diproduksi oleh VMS Studio, film ini langsung mendapat respons positif dari penonton berkat alur cerita yang emosional, realistis, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.

Dibintangi Jerome Kurnia, Nadya Arina, dan Aghniny Haque, Penerbangan Terakhir mengangkat konflik batin para tokohnya yang berada di persimpangan pilihan hidup dan perasaan. Jerome Kurnia memerankan Kapten Deva, seorang pilot yang terjebak dalam dilema cinta dengan dua perempuan yang memiliki latar belakang dan sudut pandang berbeda.

Film ini diproduseri oleh Tony Ramesh dan Shalu T.M., serta disutradarai oleh Benni Setiawan. Selain tiga pemeran utama, film ini juga diperkuat akting Nasya Marcella dan Vintha Devina Bertha yang turut memperkaya dinamika cerita.

Produser Tony Ramesh menyebut Penerbangan Terakhir sebagai film pembuka VMS Studio di tahun 2026. Ia mengungkapkan, kisah dalam film ini terinspirasi dari fenomena sosial yang dekat dengan kehidupan masyarakat dan sempat menjadi perbincangan luas.

Menariknya, Penerbangan Terakhir juga menggelar penayangan kedua di Kota Makassar. Dalam kunjungannya ke Cinema XXI Panakkukang Mall, Nadya Arina membagikan pengalamannya saat memerankan karakter seorang pramugari. Ia mengaku sempat awam dengan dunia penerbangan, namun terbantu melalui workshop intensif dan pendalaman karakter bersama tim produksi.

Nadya juga menyampaikan pesan khusus bagi remaja perempuan agar tidak terjebak pada romantisasi dunia yang digambarkan dalam film. Menurutnya, penonton muda perlu mengambil pelajaran dari konflik para tokoh, terlebih kisah film ini diadaptasi dari novel karya mantan pramugari sehingga nuansanya terasa lebih autentik.

Sementara itu, Jerome Kurnia mengaku melakukan persiapan serius demi memerankan Kapten Deva. Ia mengikuti workshop bersama pilot aktif Indonesia untuk memahami gestur, sikap, serta tanggung jawab seorang pilot secara realistis.

“Saya belajar langsung dari pilot yang masih aktif, bagaimana bersikap dan membawa diri sebagai seorang pilot. Semoga siapa pun yang menonton bisa terhibur,” ujar Jerome, Jumat (16/01/2026).

Jerome menambahkan, film ini tidak menghadirkan tokoh antagonis secara hitam-putih. Setiap karakter memiliki sisi baik dan buruk, sehingga konflik yang ditampilkan terasa manusiawi dan relevan dengan kehidupan nyata.

Saat ini, Penerbangan Terakhir masih tayang di sejumlah bioskop Indonesia dan siap mengajak penonton larut dalam emosi, konflik, serta refleksi tentang cinta, pilihan hidup, dan segala konsekuensinya

 

TAG

BERITA TERKAIT