Redaksi : Kamis, 15 Januari 2026 21:34
Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto

BUKAMATANEWS - Pemerintah terus memperkuat pembangunan sumber daya manusia melalui perluasan akses pendidikan tinggi. Salah satu fokus utama yang ditempuh adalah peningkatan kuota program beasiswa sebagai upaya mencetak generasi unggul dan berdaya saing.

Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Brian Yuliarto, menyampaikan bahwa kuota beasiswa LPDP pada tahun anggaran 2026 ditetapkan sebanyak 5.750 penerima.

“LPDP selama ini konsisten melahirkan talenta unggul Indonesia. Untuk 2026, kami menyiapkan 5.750 kuota beasiswa baru,” kata Brian dalam pertemuan Presiden Prabowo Subianto bersama ribuan akademisi di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Dari jumlah tersebut, pemerintah mengalokasikan 1.000 kuota untuk Beasiswa Garuda jenjang sarjana (S1), 4.000 kuota untuk jenjang magister dan doktor (S2–S3), serta 750 kuota khusus untuk program doktor spesialis.

Brian menegaskan, penguatan beasiswa pascasarjana diarahkan untuk mendukung agenda pembangunan nasional, khususnya dalam mendorong pertumbuhan industri dan penguasaan teknologi.

“Pengembangan SDM harus selaras dengan kebutuhan industri dan visi pembangunan nasional. Tenaga ahli yang dihasilkan harus relevan dan siap menjawab tantangan masa depan,” ujarnya.

Selain LPDP, pemerintah juga melanjutkan penguatan program Kartu Indonesia Pintar Kuliah (KIP-K). Hingga kini, lebih dari 1,1 juta mahasiswa aktif menerima pembiayaan penuh biaya pendidikan dan biaya hidup, dengan total anggaran sekitar Rp16 triliun per tahun.

Setiap tahun, Indonesia menghasilkan sekitar 1,7 juta lulusan perguruan tinggi dari berbagai disiplin ilmu strategis. Pemerintah menilai, potensi tersebut perlu dikelola secara terencana agar menjadi kekuatan utama dalam meningkatkan daya saing bangsa.