MAKASSAR,BUKAMATANEWS — Kementerian Kesehatan (Kemenkes) meminta masyarakat tetap tenang meski kasus influenza A (H3N2) subclade K atau yang dikenal sebagai superflu di Indonesia telah mencapai 62 kasus. Pemerintah menegaskan, virus tersebut bukan penyakit baru dan hingga kini tidak menunjukkan tingkat keparahan yang mengkhawatirkan.
Menteri Kesehatan RI, Budi Gunadi Sadikin, mengatakan pihaknya masih melakukan pemeriksaan lanjutan terhadap sampel superflu yang dilaporkan menyebar di Batam, Kepulauan Riau. Namun demikian, ia menekankan masyarakat tidak perlu panik karena superflu merupakan varian dari virus influenza musiman.
“Seperti Covid-19 ada varian alfa, beta, sampai omicron. Superflu ini hanya ada perubahan varian dari virus flu saja. Jadi, menurut saya, masyarakat tidak usah terlalu khawatir,” ujar Budi saat ditemui di Pabrik PT Bayer Indonesia, Rabu (14/1/2026).
Kemenkes mencatat superflu pertama kali terdeteksi masuk ke Indonesia sejak Agustus 2025. Hingga saat ini, total kasus tercatat sebanyak 62 orang yang tersebar di delapan provinsi. Tiga wilayah dengan jumlah kasus terbanyak adalah Jawa Timur, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. Mayoritas pasien diketahui merupakan anak-anak.
Sebagai langkah pencegahan, Kemenkes mengimbau masyarakat untuk terus menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Langkah tersebut meliputi rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit, menjaga kebersihan lingkungan, serta meningkatkan daya tahan tubuh. Vaksinasi influenza juga dianjurkan, terutama bagi kelompok rentan.
Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, menjelaskan subclade K pertama kali diidentifikasi oleh Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat pada Agustus 2025. Secara global, varian ini telah dilaporkan menyebar di lebih dari 80 negara.
Prima menambahkan, berdasarkan penilaian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan data epidemiologi yang tersedia, influenza A(H3N2) subclade K tidak menunjukkan peningkatan tingkat keparahan maupun pola evolusi virus yang tidak biasa. Pemerintah memastikan pemantauan dan langkah antisipasi terus dilakukan untuk menjaga situasi tetap terkendali.