Redaksi
Redaksi

Sabtu, 10 Januari 2026 14:37

Diam-Diam Ponsel Produksi Indonesia Tembus Pasar Global

Diam-Diam Ponsel Produksi Indonesia Tembus Pasar Global

Indonesia diam-diam menjadi basis produksi UP Phone, ponsel buatan Unplugged yang dipasarkan ke AS dan Kanada dengan fokus keamanan privasi dan spesifikasi kelas atas.

 JAKARTA,BUKAMATANEWS  — Mungkin belum banyak yang mengetahui bahwa Indonesia telah menjadi basis produksi ponsel pintar yang dipasarkan ke luar negeri. Ponsel tersebut hadir melalui UP Phone, perangkat besutan Unplugged, sebuah startup asal Limassol, Siprus, yang mempercayakan proses manufakturnya di Indonesia.

UP Phone dirancang dengan fokus utama pada perlindungan privasi dan keamanan data pengguna. Dari sisi tampilan, ponsel ini sekilas menyerupai iPhone dengan modul kamera bergaya “boba” di bagian belakang, sisi bodi yang melengkung, serta bezel layar yang tipis. Namun, perangkat ini tidak dibekali fitur Dynamic Island seperti pada iPhone terbaru.

Mengutip laman resminya, Unplugged mengklaim UP Phone memiliki tingkat keamanan yang lebih tinggi dibandingkan iPhone 16 Pro maupun Galaxy S25. Perangkat ini disebut tidak memiliki permintaan DNS pihak ketiga, sementara iPhone 16 Pro tercatat memiliki 3.181 permintaan DNS pihak ketiga dan Galaxy S25 sebanyak 1.368 permintaan.

Dari sisi spesifikasi, UP Phone ditenagai chipset MediaTek Dimensity 1200 dan dibekali layar AMOLED berukuran 6,67 inci. Kapasitas RAM sebesar 8GB dipadukan dengan penyimpanan internal 256GB yang masih dapat diperluas hingga 1TB.

Sektor kamera menjadi salah satu nilai jual utama. UP Phone mengusung kamera utama 108MP, kamera makro 5MP, dan kamera ultra-wide 8MP. Sementara untuk kebutuhan swafoto dan panggilan video, tersedia kamera depan beresolusi 32MP.

Perangkat ini juga dilengkapi baterai berkapasitas 4.300 mAh dengan dukungan pengisian daya cepat 33W menggunakan kabel serta 15W secara nirkabel. Fitur lainnya mencakup sertifikasi IP53, konektivitas Wi-Fi 6, NFC, dukungan eSIM dan SIM Nano, jaringan 5G, port USB Type-C 2.0, serta speaker ganda.

Berdasarkan informasi yang beredar, UP Phone telah dipasarkan di sejumlah negara seperti Amerika Serikat dan Kanada. Fakta bahwa ponsel ini diproduksi di Indonesia terungkap dari laporan Reuters pada Agustus 2025, yang mengutip pernyataan CEO Unplugged, Joe Weil.

Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Unplugged berencana memindahkan sebagian proses produksi ke Nevada, Amerika Serikat. Meski biaya tenaga kerja di AS lebih tinggi, perusahaan menargetkan harga jual perangkat tetap di bawah US$1.000. Sebagai perbandingan, UP Phone yang diproduksi di Indonesia dipasarkan dengan harga sekitar US$989 atau setara Rp16 juta.

Joe Weil menjelaskan bahwa tahap awal produksi di AS akan difokuskan pada perakitan, kemudian dilanjutkan secara bertahap dengan pengadaan komponen. Namun, ia belum mengungkap detail terkait jumlah perangkat yang akan dirakit maupun mitra produksi di Nevada.

Tingginya biaya perakitan ponsel di AS menjadi tantangan tersendiri, mengingat rantai pasok komponen masih banyak bergantung pada Asia serta mahalnya tenaga kerja domestik. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Unplugged berencana memproduksi perangkat dalam jumlah terbatas dan stabil, tanpa merilis model baru setiap tahun.

Di sisi lain, Presiden Amerika Serikat Donald Trump terus mendorong agar lebih banyak produsen ponsel merakit perangkatnya langsung di AS. Upaya ini dilakukan melalui berbagai kebijakan, termasuk ancaman tarif tinggi bagi perusahaan yang menjual produk di AS namun memproduksinya di luar negeri. Kondisi tersebut membuat ponsel produksi Indonesia seperti UP Phone ikut menjadi perhatian.

 

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.