Redaksi : Selasa, 30 Desember 2025 19:25

 BUKAMATANEWS— Raja e-commerce Korea Selatan, Coupang, mengumumkan akan membagikan kompensasi hingga 1,69 triliun won atau sekitar Rp 19 triliun kepada para penggunanya. Kebijakan ini menyusul kebocoran data besar-besaran yang terjadi di platform tersebut pada bulan lalu.

Sedikitnya 33,7 juta pengguna akan menerima kompensasi dalam bentuk voucher senilai 50 ribu won atau sekitar Rp 581 ribu per akun. Mekanisme ini disampaikan Coupang sebagaimana dikutip Reuters, Selasa (30/12/2025).

Namun, penawaran kupon itu menuai kritik. Anggota parlemen Partai Demokrat, Choi Min-hee, menyebut voucher tersebut hanya berlaku pada layanan yang kurang populer atau bahkan sulit digunakan. Ia menilai Coupang justru mencoba mengubah krisis menjadi peluang bisnis.

Nada serupa juga datang dari Dewan Nasional Organisasi Konsumen Korea. Kelompok advokasi konsumen itu menilai skema kompensasi tersebut mengolok-olok pelanggan dan meremehkan tingkat keseriusan kebocoran data.

Mereka bahkan menyebutnya sebagai alat pemasaran, karena digunakan untuk mendorong pembelian tambahan, bukan sebagai bentuk penebusan kesalahan.

Menanggapi berbagai kritik, pihak Coupang menyatakan tidak memiliki komentar lebih lanjut.

Sementara itu, parlemen Korea Selatan berencana menggelar sidang khusus selama dua hari untuk membahas kasus ini. Pendiri Coupang, Kim Bom, sebelumnya telah menyampaikan permintaan maaf dan berjanji mempercepat proses kompensasi. Meski begitu, ia dilaporkan menolak hadir dalam sidang parlemen karena komitmen lain yang telah dijadwalkan.

Kasus kebocoran data ini menjadi perhatian besar publik, mengingat skala pengguna yang terdampak serta posisi Coupang sebagai salah satu pemain e-commerce terbesar di Asia.

 

TAG

BERITA TERKAIT