MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Selatan terus memacu konsolidasi organisasi melalui pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) PAN kabupaten dan kota. Hingga akhir Desember 2025, sebanyak 18 dari 24 kabupaten/kota di Sulsel telah merampungkan Musda, sementara enam daerah lainnya dijadwalkan menyusul pada Januari 2026.
Sekretaris DPW PAN Sulsel, Chaidir Syam, menyampaikan bahwa pelaksanaan Musda tidak seluruhnya langsung menetapkan ketua definitif. Sejumlah daerah telah menetapkan Ketua Formatur yang berpeluang otomatis menjadi Ketua DPD PAN, sementara daerah lainnya masih berada pada tahap formatur kolektif.
“Khusus 18 daerah yang sudah Musda, ada yang sudah menetapkan Ketua Formatur dan ada juga yang masih berbentuk formatur kolektif. Ketua Formatur ini nantinya berpeluang otomatis menjadi Ketua DPD PAN kabupaten/kota,” ujar Chaidir Syam usai kegiatan di Hotel Claro Makassar, Minggu (28/12/2025) sore.
Bupati Maros itu merinci sejumlah daerah yang telah menetapkan ketua, di antaranya Kabupaten Bantaeng yang menetapkan Suardi sebagai Ketua PAN, disusul Bulukumba dengan Andi Edy Manaf, serta Enrekang yang diamanahkan kepada mantan anggota DPR RI Mitra Fakhruddin.
Sementara itu, PAN Kabupaten Gowa kini dikomandoi Taufik Surullah, menggantikan Husniah Talenrang yang saat ini menjabat Ketua DPW PAN Sulsel. Adapun PAN Jeneponto dipimpin Syamsuddin Karlos, Kepulauan Selayar oleh Sofyan Indra Pratama Ramli, serta PAN Parepare yang kini dinakhodai Hermanto, Wakil Wali Kota Parepare yang sebelumnya berkiprah di Partai Hanura.
Nama lain yang juga telah ditetapkan sebagai ketua antara lain Usman Sadiq di Luwu Utara, Karimuddin di Luwu Utara, Muhammad Gemilang Pagessa di Maros, Abdul Rauf di Pangkep, Arifuddin di Sinjai, Hj Nurlaini Kahar di Takalar, serta Yopie Rante Maliko di Toraja Utara.
Sementara itu, beberapa daerah masih dalam proses formatur kolektif, seperti PAN Bone dengan formatur Andi Wahyudi, Herman, Nursalam, dan Faisal. PAN Kota Makassar juga masih diisi formatur Irfan Malluserang, Hamzah Hamid, Sangkal Saddiko, dan Nasir. Kondisi serupa terjadi di Luwu dan Wajo.
Chaidir menegaskan, DPW PAN Sulsel menargetkan seluruh Musda rampung pada Januari 2026, dilanjutkan dengan proses pelantikan kepengurusan pada Februari hingga Maret.
“Target kita Januari seluruh Musda sudah selesai. Setelah itu, Februari sampai Maret, seluruh DPD bisa langsung dilantik dan bekerja,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua DPW PAN Sulsel Husniah Talenrang mengakui bahwa hasil Musda memang belum sepenuhnya final. Namun secara prinsip, struktur partai telah siap dibangun secara menyeluruh di 24 kabupaten/kota.
“Memang belum clear seratus persen, tapi pada dasarnya PAN Sulsel sudah siap membangun struktur organisasi di seluruh wilayah,” ujar Husniah.
Ia menjelaskan, tugas utama para formatur adalah menyusun kepengurusan partai mulai dari tingkat DPD, DPC, hingga fraksi di DPRD. Selain itu, PAN juga mulai menyiapkan kekuatan relawan hingga ke tingkat tempat pemungutan suara (TPS) sebagai bagian dari persiapan Pemilu 2029.
Lebih jauh, Husniah menyebut PAN Sulsel mendapat mandat besar dari DPP untuk mendorong partai masuk tiga besar secara nasional. Bahkan, ia menargetkan PAN menjadi kekuatan politik utama di Sulawesi Selatan.
“Target kita besar, masuk tiga besar nasional. Dan harapan saya, PAN bisa menjadi partai terbesar di Sulsel,” tegasnya.
Target tersebut akan dijabarkan secara konkret dengan mengisi seluruh daerah pemilihan di kabupaten/kota, meningkatkan perolehan kursi DPRD provinsi minimal menjadi sembilan kursi, serta menambah kursi di DPR RI menjadi empat kursi.
Husniah juga menekankan pentingnya evaluasi di daerah-daerah yang mengalami penurunan kursi pada pemilu sebelumnya. DPW PAN Sulsel, kata dia, akan mendorong figur-figur ketua yang memiliki popularitas tinggi dan potensi elektoral kuat.
“Saya menantang calon ketua ini bukan hanya kuat di kabupaten, tapi juga bisa naik kelas ke provinsi bahkan menjadi calon kepala daerah,” katanya.
Sebagai bagian dari konsolidasi, DPW PAN Sulsel akan melakukan roadshow ke 24 kabupaten/kota, termasuk daerah yang saat ini dipimpin kader PAN seperti Gowa, Maros, dan Bulukumba.
“Kita ingin melihat langsung kerja-kerja ketua yang baru, sekaligus mengetahui apa yang dibutuhkan masyarakat di daerah,” pungkas Husniah.
Dengan konsolidasi struktur dan penguatan basis hingga akar rumput, PAN Sulsel optimistis mampu memperkuat posisinya menghadapi Pemilu dan agenda politik ke depan.