JAKARTA, BUKAMATANEWS — Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah menegaskan komitmen Partai Gelora untuk mendorong penguatan sistem Tàrias Politica dalam demokrasi Indonesia. Ia berharap, tiga cabang kekuasaan yakni eksekutif, legislatif, dan yudikatif dapat berjalan efektif dan seimbang agar fungsi saling mengawasi (check and balance) dapat terjaga.
“Trias Politica mendorong supaya kita bisa memandang berbagai persoalan secara utuh, bukan parsial, agar kita tidak mengalami keterjebakan dalam berbangsa dan bernegara,” ujar Fahri dalam Kajian Pengembangan Wawasan bertema Wawasan Kebangsaan Seri ke-12 yang digelar DPP Partai Gelora di Jakarta, Jumat (26/12/2025) malam.
Fahri menyoroti kecenderungan masyarakat yang kerap mengkultuskan pemimpin saat menjabat, namun kemudian berbalik mengkritik tajam setelah tidak lagi berkuasa. Hal ini menurutnya terjadi dari masa ke masa, mulai era Presiden Soekarno, Soeharto, hingga presiden-presiden setelahnya.
“Ketika berhenti menjabat, tiba-tiba semua orang menyerang seolah tidak ada jasanya. Padahal setiap pemimpin pasti punya kontribusi bagi bangsa,” jelas mantan Wakil Ketua DPR RI periode 2014–2019 tersebut.
Ia menilai kondisi ini muncul karena lemahnya pemahaman masyarakat terhadap negara sebagai sebuah sistem yang terdiri dari banyak komponen, termasuk rakyat. Karena itu, rakyat harus terus meningkatkan kesadaran politik agar tidak salah dalam memilih pemimpin.
Lebih jauh, Fahri menyebut Partai Gelora membuka ruang dialog untuk penyempurnaan sistem politik nasional, termasuk mekanisme pemilu hingga kemungkinan amandemen kelima UUD 1945 guna memperbaiki sistem ketatanegaraan.
“Konstitusi adalah karya manusia. Ia selalu terbuka untuk didiskusikan dan disempurnakan agar lebih ideal dan solid bagi bangsa ke depan,” tegasnya.
Partai Gelora, kata Fahri, akan terus mendorong perbaikan sistem demokrasi agar keseimbangan kekuasaan dapat berjalan efektif demi kemajuan Indonesia.