MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Aksi demonstrasi yang digelar Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Koordinator Komisariat Universitas Negeri Makassar (UNM) menyebabkan kemacetan lalu lintas di Jalan AP Pettarani, Kota Makassar, Senin (22/12/2025).
Massa aksi menutup sebagian ruas Jalan AP Pettarani, tepatnya di pertigaan Jalan Landak. Penutupan jalan tersebut mengakibatkan antrean kendaraan mengular dari arah Jalan Alauddin menuju AP Pettarani, serta dari Jalan Landak ke arah Pettarani.
Pantauan di lokasi menunjukkan arus lalu lintas sempat tersendat karena massa aksi memusatkan kegiatan di badan jalan sambil menyampaikan orasi secara bergantian. Sejumlah kendaraan terpaksa memperlambat laju atau mencari jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.
Dalam aksinya, HMI Korkom UNM menyuarakan keprihatinan terhadap bencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra sepanjang tahun 2025. Mereka menilai penanganan yang dilakukan pemerintah pusat belum optimal dan membutuhkan langkah cepat serta kebijakan yang lebih tegas.
Koordinator aksi dalam orasinya mendesak Presiden Republik Indonesia segera menetapkan banjir dan longsor Sumatra 2025 sebagai bencana nasional. Tuntutan tersebut, menurut mereka, sesuai dengan amanat Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana serta Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2008.
Selain itu, massa aksi juga meminta pemerintah pusat segera menerbitkan Keputusan Presiden (Keppres) sebagai payung hukum dalam penanganan darurat, guna menjamin keselamatan serta pemenuhan hak-hak masyarakat terdampak bencana.
HMI Korkom UNM turut mendesak percepatan proses pemulihan pascabencana, baik melalui penyaluran bantuan kemanusiaan, perbaikan infrastruktur yang rusak, maupun pendampingan sosial bagi para korban banjir dan longsor di Sumatra.
Aksi demonstrasi berlangsung dengan pengawalan aparat kepolisian untuk menjaga ketertiban dan keamanan di sekitar lokasi unjuk rasa.