Redaksi : Jumat, 19 Desember 2025 16:55

MAKASSAR,BUKAMATANEWS — Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengungkapkan potensi cuaca signifikan di sejumlah wilayah Indonesia dalam sepekan ke depan. Kondisi ini dipicu oleh kemunculan dua bibit siklon tropis serta seruakan dingin dari Asia yang berpotensi meningkatkan intensitas hujan, angin kencang, hingga gelombang tinggi di berbagai perairan.

Dalam rilis Prospek Cuaca Mingguan Periode 19–25 Desember 2025, BMKG mencatat dua bibit siklon tropis yang terpantau aktif, yakni Bibit Siklon Tropis 93S dan Bibit Siklon Tropis 95S di perairan selatan Indonesia. Dampaknya mulai dirasakan dengan terjadinya hujan lebat di sejumlah wilayah, antara lain Bali dengan curah hujan mencapai 91,3 mm per hari, Papua Barat 71,5 mm per hari, dan Maluku 52,2 mm per hari.

Bibit Siklon Tropis 93S terpantau terbentuk di Samudra Hindia selatan Jawa dan bergerak ke arah barat daya. Sistem ini memberikan dampak tidak langsung berupa hujan sedang hingga lebat di wilayah Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan DI Yogyakarta. Selain itu, potensi angin kencang juga mengancam pesisir selatan Jawa Barat hingga Jawa Timur.

BMKG juga mengeluarkan peringatan dini gelombang laut setinggi 1,25 hingga 2,5 meter yang berpotensi terjadi di Samudra Hindia barat Lampung, perairan selatan Banten sampai Nusa Tenggara Barat, serta di Selat Sunda dan Laut Jawa. Kondisi ini dinilai berisiko bagi aktivitas pelayaran dan nelayan.

Sementara itu, Bibit Siklon Tropis 95S yang terbentuk di Laut Arafura diprakirakan memicu hujan sedang hingga sangat lebat disertai angin kencang di wilayah Maluku bagian selatan dan tenggara serta Papua Selatan. Tinggi gelombang di Laut Arafura juga diperkirakan mencapai 1,25 hingga 2,5 meter.

BMKG menjelaskan, dinamika atmosfer skala global dan regional turut memperkuat potensi cuaca ekstrem. Suhu muka laut yang hangat, kondisi La Nina lemah, aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), serta perambatan seruakan dingin dari Asia diperkirakan berkontribusi pada peningkatan pertumbuhan awan hujan di sebagian besar wilayah Indonesia.

BMKG pun mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi hujan lebat, angin kencang, dan gelombang tinggi, khususnya di wilayah yang telah ditetapkan berstatus siaga. Masyarakat diminta rutin memantau informasi cuaca resmi dari BMKG dan mengambil langkah antisipatif demi keselamatan selama beraktivitas.

TAG

BERITA TERKAIT