Redaksi : Kamis, 18 Desember 2025 15:50

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Hingga penghujung tahun 2025, Pemerintah Kota Makassar mencatatkan kemajuan positif dalam pembangunan kepemudaan. Hal tersebut ditandai dengan meningkatnya Indeks Pembangunan Pemuda (IPP) Kota Makassar tahun 2025.

Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Makassar merilis capaian IPP melalui Seminar Hasil Indeks Pembangunan Pemuda Kota Makassar yang digelar di Hotel Novotel, Kamis (18/12/2025). Berdasarkan hasil survei, IPP Kota Makassar mencapai angka 65,50, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di angka 64,30.

Makassar juga tercatat sebagai kota pertama di Indonesia yang melaksanakan survei IPP secara mandiri dengan menggunakan data primer. Survei ini melibatkan sekitar 2.000 responden pemuda, sehingga data yang dihasilkan dinilai lebih akurat dan spesifik.

Fokus pembangunan kepemudaan sepanjang tahun 2025 diarahkan pada peningkatan kompetensi digital, perluasan lapangan kerja, serta penguatan partisipasi kepemimpinan pemuda melalui berbagai program, salah satunya Makassar Youth Intelligence Competition.

Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, yang hadir dalam seminar tersebut menyampaikan apresiasi atas peningkatan IPP Kota Makassar. Menurutnya, capaian tersebut menunjukkan bahwa berbagai program yang dijalankan pemerintah kota mulai memberikan dampak nyata bagi aktivitas dan pemberdayaan pemuda.

“Indeks ini memberikan gambaran bahwa Kota Makassar mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. Artinya, apa yang kita lakukan selama ini memberikan dampak terhadap aktivitas kepemudaan. Salah satunya dengan menghadirkan Makassar Creative Hub,” ujar Munafri.

Munafri, yang akrab disapa Appi, menegaskan bahwa Makassar Creative Hub (MCH) bukan sekadar bangunan simbolik, melainkan hasil dari berbagai kajian untuk menjawab kebutuhan dan keinginan pemuda di Kota Makassar.

“MCH ini hadir untuk merespons apa yang menjadi keinginan anak muda di Makassar. Sampai hari ini sudah puluhan ribu masyarakat memanfaatkan fasilitas ini,” jelasnya.

Ia menambahkan, MCH juga menjadi ruang bagi pemuda untuk meningkatkan keterampilan melalui berbagai kegiatan, baik berskala lokal, nasional, hingga internasional. Pemerintah Kota Makassar pun berencana terus menambah fasilitas MCH di beberapa lokasi.

“Tahun ini MCH bertambah di Jalan Nusantara, tahun depan akan kita tambah dua lagi, dan tahun 2027 akan kita tambah empat. Kabar baiknya, seluruh fasilitas MCH ini bisa dimanfaatkan secara gratis oleh anak muda,” ungkap Appi.

Lebih lanjut, Munafri menekankan pentingnya melibatkan pemuda secara aktif dalam proses pembangunan Kota Makassar ke depan. Menurutnya, pemuda harus diberi ruang untuk berpartisipasi dan berkontribusi dalam berbagai sektor pembangunan.

“Proses pemberdayaan harus berjalan dengan melibatkan pemuda dalam struktur pembangunan. Intinya, kita berharap akan lahir pemuda-pemuda yang berdaya,” imbuhnya.

Sementara itu, Founder Merial Institute, DR. Drg. Muh. Arief Rosyid Hasan, M.Kes., mengapresiasi langkah Dispora Makassar yang menggunakan data primer dalam pengukuran IPP. Menurutnya, metode tersebut membuat hasil IPP Kota Makassar memiliki tingkat akurasi yang lebih baik.

“IPP di Makassar ini peristiwa bersejarah karena pengukurannya menggunakan data primer, bukan sekadar data sekunder. Selain itu, IPP Makassar berada di atas rata-rata nasional dan Provinsi Sulawesi Selatan,” ujarnya.

Arief menilai, capaian tersebut menjadi tantangan tersendiri untuk dipertahankan pada tahun-tahun mendatang. Ia juga menilai kehadiran Makassar Creative Hub sudah relevan dengan indikator pembangunan kepemudaan.

“Program MCH ini sudah mencerminkan seluruh indikator pemuda yang bisa diwadahi dalam satu ruang. Ini sangat relevan dengan arah pembangunan kepemudaan,” tutupnya.

 

TAG

BERITA TERKAIT