Redaksi : Selasa, 16 Desember 2025 16:43

MAKASSAR, BUKAMATANEWS — Pasar aset kripto mengalami tekanan jual cukup berat pada perdagangan Selasa (16/12/2025). Sentimen kehati-hatian investor yang sempat muncul sehari sebelumnya berubah menjadi aksi likuidasi massal di hampir seluruh aset kripto, seiring meningkatnya kekhawatiran menjelang rilis data ekonomi penting Amerika Serikat.

Investor global memilih menahan risiko dan beralih ke aset yang lebih aman, sehingga pasar kripto didominasi pelemahan tajam. Kondisi ini menghapus sebagian besar keuntungan yang sempat dibukukan sejak awal bulan Desember.

Bitcoin dan Ethereum Jebol Level Kunci

Tekanan yang terjadi tidak lagi sekadar koreksi teknikal, melainkan penembusan level support penting. Bitcoin (BTC) tercatat melemah 3,94 persen dan turun ke level US$85.899,57, setelah sebelumnya bertahan di kisaran US$89.000.

Jebolnya area US$88.000 yang selama ini dianggap sebagai benteng pertahanan kuat memicu aksi stop-loss berantai, sehingga mempercepat penurunan harga.

Situasi serupa dialami Ethereum (ETH). Aset kripto terbesar kedua ini kehilangan level psikologis US$3.000 setelah anjlok 5,34 persen ke posisi US$2.945,25. Kehilangan level ini dinilai sejumlah analis sebagai sinyal bearish jangka menengah yang berpotensi memperpanjang tekanan pasar.

Altcoin Ikut Berdarah

Di sektor altcoin, aksi jual berlangsung lebih agresif seiring tingginya volatilitas. XRP mencatatkan penurunan tajam 6,51 persen ke level US$1,87, menjadikannya salah satu aset dengan kinerja terburuk di jajaran kripto papan atas.

Sementara itu, pendatang baru Hyperliquid (HYPE) tergerus hingga 7,50 persen, mencerminkan kuatnya tekanan jual pada aset berisiko tinggi. Di sisi lain, TRON (TRX) relatif lebih bertahan dengan penurunan tipis 0,51 persen, menunjukkan masih adanya minat investor pada aset dengan utilitas jaringan yang kuat.

Menanti Data Ekonomi AS

Tekanan di pasar kripto dipicu sikap wait and see investor menjelang rilis data Non-Farm Payrolls (NFP) dan tingkat pengangguran Amerika Serikat yang dijadwalkan keluar malam ini. Investor cenderung melakukan langkah antisipatif dengan mengalihkan dana ke aset likuid seperti stablecoin, guna menghindari lonjakan volatilitas.

Pasar dihadapkan pada dilema ganda. Data tenaga kerja yang terlalu kuat berpotensi mengurangi peluang pemangkasan suku bunga The Fed, sementara data yang terlalu lemah justru memicu kekhawatiran resesi ekonomi.

Waspada Volatilitas Ekstrem

Secara keseluruhan, pasar kripto saat ini berada dalam kondisi rapuh. Hilangnya level support penting pada Bitcoin dan Ethereum membuka ruang penurunan lanjutan jika data ekonomi tidak sesuai ekspektasi pasar.

Namun, volatilitas tinggi diperkirakan mencapai puncaknya saat data resmi dirilis. Pelaku pasar kini menanti apakah kondisi ini akan memicu rebound jangka pendek, atau justru menyeret kripto ke fase pelemahan yang lebih dalam dalam waktu dekat.

TAG

BERITA TERKAIT