Dewi Yuliani
Dewi Yuliani

Kamis, 11 Desember 2025 09:51

Pelatihan menulis antologi kelas XII dengan tajuk Menulis Ide dengan Cerita dan Kisah menjadi Karya Inspiratif dan Mencerahkan, yang dilaksanakan di Masjid Athirah Ummul Mukminin, Jl. KH. Abd Jabbar Asyiri Makassar, Rabu, 10 Desember 2025.
Pelatihan menulis antologi kelas XII dengan tajuk Menulis Ide dengan Cerita dan Kisah menjadi Karya Inspiratif dan Mencerahkan, yang dilaksanakan di Masjid Athirah Ummul Mukminin, Jl. KH. Abd Jabbar Asyiri Makassar, Rabu, 10 Desember 2025.

Latih Santriwati Menulis Antologi, Ponpes Ummul Mukminin Aisyiyah Hadirkan Akademisi Unismuh Jadi Pemateri

Menulis bukan hanya keterampilan, tetapi juga proses pembentukan diri. Dengan menulis, santriwati belajar berpikir kritis, menyampaikan nilai, dan memberi manfaat bagi sesama.

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Pondok Pesantren Puteri Ummul Mukminin Aisyiyah Wilayah Sulsel kembali menunjukkan komitmennya dalam mengembangkan budaya literasi di kalangan santriwati, lewat pelatihan menulis antologi kelas XII dengan tajuk Menulis Ide dengan Cerita dan Kisah menjadi Karya Inspiratif dan Mencerahkan. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Athirah Ummul Mukminin, Jl. KH. Abd Jabbar Asyiri Makassar, Rabu, 10 Desember 2025.

Koordinator Lifeskill Ummul Mukminin Darmawati BM menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan membekali santriwati agar mampu mengembangkan ide, menghadirkan kisah mendalam, serta melahirkan karya yang layak diterbitkan.

"Pelatihan ini kami selenggarakan agar santriwati berani menulis, mampu mengungkapkan gagasan, dan menghasilkan karya yang inspiratif," ujar Darmawati BM.

Ia menambahkan bahwa kegiatan seperti ini menjadi bagian penting dari pembinaan karakter santriwati.

"Menulis bukan hanya keterampilan, tetapi juga proses pembentukan diri. Dengan menulis, santriwati belajar berpikir kritis, menyampaikan nilai, dan memberi manfaat bagi sesama," tambahnya.

"Menulis antologi adalah proses mengumpulkan karya-karya sastra pilihan (puisi, cerpen, esai, dll.) dari satu atau beberapa penulis ke dalam satu buku, yang biasanya memiliki tema, genre, atau konsep yang sama untuk memberikan wawasan beragam dan memperkaya khazanah sastra, sekaligus menjadi wadah bagi penulis, terutama pemula, untuk menerbitkan karya mereka," katanya.

Sementara, Direktur Ummul Mukminin Dra. Masriwaty Malik, M.Th.I menyampaikan apresiasi kepada pemateri yang telah memberikan ilmunya kepada para santriwati.

"Kegiatan ini sebagai ruang pembelajaran bagi ananda santriwati kita, bukan hanya fokus belajar ilmu agama, namun juga santriwati dibekali pelajaran umum seperti kegiatan menulis ini," tuturnya.

Dengan demikian, ia berharap lewat kegiatan pondok pasca ujian semester ini bisa memberikan ruang kreativitas agar lebih mengasa skill dan bakat santriwati kita.

"Pelatihan ini diharapkan menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat literasi, sekaligus menghasilkan antologi yang memuat karya-karya santriwati kelas XII sebagai dokumentasi intelektual mereka sebelum menyelesaikan pendidikan di pesantren," tutupnya.

Pada kegiatan ini, panitia menghadirkan dua pemateri, yaitu: Dr. St. Suwadah Rimang, M.Pd., akademisi dan pendidik yang dikenal aktif dalam literasi pendidikan dan Dr. Maria Ulviani, M.Pd., dosen Unismuh dan pakar kritik sastra yang banyak berkontribusi dalam pengembangan literasi kreatif di Sulsel.

Di akhir sesi, antusiasme para santriwati pro aktif bertanya hingga diajari untuk menulis sebagai pemula. (*)

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
#Pelatihan menulis antologi #Ponpes Ummul Mukminin Aisyiyah #Belajar menulis bagi pemula