TAKALAR, BUKAMATANEWS - Memasuki bulan Desember, musim hujan dengan intensitas tinggi telah tiba. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Takalar melakukan berbagai persiapan untuk menghadapi musim hujan ini.
Kepala BPBD Takalar Andi Arif Zainal, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengambil langkah-langkah preventif untuk menghadapi potensi ancaman cuaca ektrem seperti banjir dan tanah longsor, termasuk abrasi pantai.
Penetapan ini merupakan respons cepat terhadap prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terkait potensi curah hujan ringan hingga lebat di wilayah tersebut. Kemudian mereka juga telah membentuk Tim Reaksi Cepat (TRC).
“Musim hujan telah tiba, sehingga kesiapsiagaan sangat diperlukan. Saat ini, kami memeriksa kesiapan peralatan kebencanaan dan logistik, karena hal itu menjadi prioritas utama dalam menghadapi musim hujan,” ujarnya, Jumat (5/12/2025).
Sebagai bentuk kewaspadaan dan kesiapsiagaan pemerintah daerah terhadap berbagai potensi bencana yang mungkin terjadi selama musim hujan, Andi Arif mengatakan bahwa BPBD telah mengambil langkah-langkah proaktif.
“Beberapa hari terakhir, di awal musim hujan Desember ini, kami telah menerima laporan mengenai kejadian pohon tumbang di beberapa lokasi akibat hujan deras yang disertai angin kencang, namun sejauh ini belum ada yang fatal,” terangnya.
Untuk meningkatkan respons kebencanaan, BPBD tetap membuka posko siaga bencana yang beroperasi 24 jam di kantor BPBD Takalar. Posko ini bertugas memantau dan mengupdate semua kejadian serta menerima laporan dari masyarakat.
“Kami juga terus menjalin komunikasi intensif dengan seluruh pihak, termasuk kecamatan dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait, untuk memastikan target penyelamatan tercapai apabila terjadi bencana,” jelas Arif.
Dia juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan dengan melakukan mitigasi, seperti membersihkan saluran air agar tidak tersumbat selama musim hujan.
“Masyarakat diharapkan tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah, terutama ketika cuaca ekstrem. Untuk para nelayan, sangat penting memantau kondisi cuaca sebelum melaut agar terhindar dari risiko yang tidak diinginkan,” ungkapnya.
“Kami telah menerbitkan surat edaran sebagai langkah antisipasi terhadap bencana hidrometeorologi sesuai dengan informasi BMKG,” tutupnya.
BERITA TERKAIT
-
Dikunjungi Mei 2025 Lalu, Gubernur Andi Sudirman Kini Wujudkan Rumah Layak Huni untuk Warga Takalar
-
Firdaus Daeng Manye Buka Kemah Bakti Pramuka Kwartir Cabang Gerakan Pramuka Takalar Tahun 2025
-
Berhasil Turunkan Stunting Hingga 11,4 Persen, Pemkab Takalar Terima Penghargaan Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga
-
Annangkasi Kampong Menggema di Pattallassang Takalar, Kolaborasi Warga–Pemerintah Hadirkan Perubahan Nyata
-
Pemkab Takalar Membuka Seleksi Lelang Empat Jabatan JPTP Atau Eselon IIB