Menag Salurkan Bantuan untuk Madrasah, Guru, dan Siswa Terdampak Longsor Cisarua
01 Februari 2026 20:42
Tiga isu krusial yang terpilih melalui proses voting partisipatif pemuda selama Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2025 akan menjadi agenda utama Wikithon 2026.
MAKASSAR, BUKAMATANEWS -- Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2025 yang dihadiri multipihak, khususnya para pemuda menyuarakan tiga isu utama untuk pembangunan daerah, yakni transformasi dan literasi digital, lingkungan, dan pendidikan.
Hasil rekomendasi ini mendapat sambutan positif dari Anggota DPRD Sulsel Komisi E Yenni Rahman melalui keterangannya di Makassar, akhir pekan lalu, yang menekankan pentingnya ide-ide lahir dari forum ini, termasuk menyoroti perlunya sinkronisasi kepastian anggaran dengan rekomendasi rencana pembangunan.
"Acara ini ‘mahal’ karena inspiratif, ide-ide original lahir dari pikiran anak-anak muda kita. Ini bukan sekadar kegiatan seremonial yang selesai begitu saja, ini mahal karena ide para generasi muda sebagai para peserta itu dituangkan dalam sebuah rekomendasi," ujarnya.
Tiga isu krusial yang terpilih melalui proses voting partisipatif pemuda selama Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2025 akan menjadi agenda utama Wikithon 2026.
Wikithon Partisipasi Publik 2026 adalah forum partisipasi publik yang fokus pada penanggulangan isu-isu sosial dan sipil di Sulawesi Selatan.
"Indonesia siapa amunisinya? Anak muda. Jadi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan tidak boleh menutup mata untuk itu. Termasuk soal anggaran sehingga harus dipastikan bahwa itulah bentuk kepedulian," ujarnya.
Hasil rumusan ini disiapkan pula untuk diserahkan kepada Pemerintah Provinsi sebagai masukan substansial bagi Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) Sulawesi Selatan.
"Kami tentunya berusaha, dengan adanya rekomendasi kami upayakan tindak lanjuti ke pimpinan. Kegiatan ini wujud dari Perpres 43 terkait koordinasi lintas sektor. Jadi pemberdayaan kepemudaan itu bukan hanya di Dispora saja tapi semua OPD terkait," tambah Sitti Harlina dari Bidang Kepemudaan Dispora Sulsel.
Peserta Kongres yang terdiri dari perwakilan pemerintah provinsi dan Kota Makassar, komunitas, pelajar, dan lembaga legislatif telah menandatangani komitmen bersama untuk menyepakati hasil diskusi tentang implementasi aksi.
Mereka telah berkomitmen untuk terus terhubung, menjalin komunikasi, berkoordinasi, dan berkolaborasi dalam upaya implementasi melalui Wikithon Partisipasi Publik 2026. Sekaligus berpartisipasi aktif dan bermakna dalam melaksanakan rencana aksi yang tertuang dalam Kongres.
Kongres Pemuda ini mengusung tema "Suara Pemuda dalam Partisipasi Publik: Melampaui dari Sekadar Didengar". Tema mencerminkan bahwa setiap suara pemuda memiliki arti dan kekuatan untuk menjadi aksi nyata dalam menyelesaikan berbagai tantangan.
Selain itu, tema ini memaknai sebagai seruan agar suara pemuda, berbagai ide, dan karya mereka diberi ruang untuk menjadi inspirasi, penggerak perubahan, serta pondasi kebijakan publik yang responsif, inklusif, dan kolaboratif.
Ita Ibnu selaku Koordinator Program BASAsulsel Wiki semakin meneguhkan kepercayaannya bahwa suara pemuda tidak hanya sekadar didengar, tetapi hanya dapat terwujud dengan kolaborasi multipihak.
"Kita berharap lebih banyak lagi ruang kolaborasi bagi partisipasi bermakna yang tercipta dan digerakkan oleh pemuda pada tahun-tahun mendatang," kata dia.
Kongres Pemuda Sulawesi Selatan 2025 terselenggara berkat dukungan dari Kedutaan Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Botnar Foundation, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan. (*)
01 Februari 2026 20:42
01 Februari 2026 17:46
01 Februari 2026 14:50
01 Februari 2026 10:33