Redaksi : Senin, 01 Desember 2025 14:34

MAKASSAR, BUKAMATANEWS - Tiga hari menjelang Pemilihan RT/RW Serentak di Kota Makassar, Wali Kota Munafri Arifuddin turun langsung ke lapangan untuk memastikan kesiapan wilayah hingga ke tingkat lorong. Pada Minggu malam (30/11/2025) pukul 20.15 WITA, Appi—sapaan akrabnya—memimpin pemantauan keamanan dan kesiapan jelang pesta demokrasi yang melibatkan seluruh warga kota.

Kunjungan dimulai dari Kantor Kecamatan Biringkanaya. Di lokasi, Appi disambut Camat Juliaman beserta para lurah se-Kecamatan Biringkanaya. Turut mendampingi Sekda Makassar, Tim Ahli Pemkot Hudli Huduri, Kepala Kesbangpol, Kasatpol PP, Kepala BKPSDMD, serta jajaran asisten dan staf ahli Pemkot.

Dalam tinjauannya, Appi menegaskan bahwa pemilihan RT/RW bukan sekadar agenda rutin, melainkan barometer kedewasaan demokrasi di tingkat paling dasar. Karena itu, ia meminta seluruh unsur—pemerintah kecamatan, kelurahan, hingga masyarakat—menjaga soliditas dan suasana yang adem.

“Yang terpenting dalam pemilihan RT/RW serentak di Kota Makassar adalah kejujuran dan transparansi. Itu fondasi utama agar demokrasi di akar rumput berjalan matang,” tegas Appi.

Ia menekankan bahwa perbedaan pilihan merupakan dinamika alami. Namun, proses pemilihan harus dijalankan secara adil sehingga lebih banyak warga merasa puas daripada yang berselisih.

“Kalau lebih banyak yang ribut daripada yang senang, berarti ada prosedur yang tidak dijalankan dengan benar. Jaga transparansi dan tegakkan aturan sesuai mekanisme,” ujarnya.

Untuk memastikan seluruh warga terakomodasi dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT), Appi menginstruksikan kantor kelurahan membuka layanan 24 jam dengan sistem shift. Hal ini dilakukan agar masyarakat punya kesempatan luas untuk mengecek dan memperbaiki data kependudukan jelang hari H.

“Seluruh petugas harus bekerja dengan integritas tinggi. Jangan ada yang memprovokasi atau menyimpang dari aturan,” tambahnya.

Appi juga memberi penegasan bahwa siapapun yang terpilih nantinya—baik RT maupun RW—adalah bagian dari sistem pemerintahan kota. Mereka harus berjalan searah dengan kebijakan pembangunan dan tidak menghambat program pemerintah.

“Kita ingin pemilihan berjalan baik. Kalau ada RT/RW yang terpilih tapi tidak mau ikut membangun, lalu untuk apa ada di situ?” tutupnya.

Dengan patroli malam yang dilakukan langsung oleh Wali Kota, Makassar mengirim pesan bahwa demokrasi di tingkat lorong pun harus dijalankan jujur, bersih, dan berpihak pada kepentingan warga.