Redaksi
Redaksi

Sabtu, 29 November 2025 16:23

Proses evakuasi korban banjir dan longsor di Agam, Sumatera Barat (dok:Reuters)
Proses evakuasi korban banjir dan longsor di Agam, Sumatera Barat (dok:Reuters)

Duka Indonesia! 74 Orang Tewas Akibat Banjir dan Longsor di Agam, 78 Masih Hilang

BNPB catat 74 orang tewas akibat banjir dan longsor di Agam, Sumatera Barat; 78 orang masih hilang, operasi SAR masih berjalan hingga 29 November 2025.

BUKAMATANEWS — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat korban meninggal dunia akibat bencana banjir bandang dan longsor di Kabupaten Agam, Sumatera Barat, mencapai 74 orang. Hingga hari ini, Sabtu (29/11), tim gabungan masih melanjutkan operasi pencarian dan pertolongan. 

Menurut data BPBD Kabupaten Agam per Jumat (28/11) pukul 20.00 WIB, korban tersebar di lima kecamatan. Kecamatan Palembayan mencatat 27 korban meninggal dunia (21 sudah teridentifikasi, 6 masih menunggu identifikasi).  Di Kampung Tangah ditemukan 7 korban teridentifikasi, di Kampung Tangah Timur 9 korban, dan di Subarang Ala 17 korban.  Kecamatan Malalak melaporkan 10 korban tewas, Tanjung Raya 2 korban, Palupuh 1 korban, dan Matur 1 korban, semuanya sudah tercatat identitasnya. 

Selain korban meninggal, BPBD Agam menyatakan ada 78 orang yang masih hilang dan belum ditemukan: 69 di Palembayan, 7 di Malalak, dan 2 di Tanjung Raya.

Upaya evakuasi terus dikebut oleh tim SAR gabungan, melibatkan BPBD, BNPB, TNI–Polri, relawan, serta masyarakat setempat. Kondisi medan yang berlumpur dan akses terputus membuat pencarian korban sangat sulit. 

Bencana ini kembali mengingatkan tingginya risiko cuaca ekstrem di musim hujan, terutama di wilayah rawan banjir dan longsor seperti Kabupaten Agam. Pemerintah dan relawan pun terus mengimbau masyarakat untuk waspada, mengikuti peringatan resmi, dan mengungsi bila diperlukan.